Bangun Gedung Baru, Lelang Wakaf PWNU DIY Himpun Rp1 Miliar Lebih dalam 1 Jam
Ahad, 2 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Para tokoh yang hadir saat Gerakan Lelang Wakaf Tanah PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Uang,di Hotel Alana Yogyakarta, Ahad (2/8/2026) (Foto: Bramma Aji Putra)
Yogyakarta, NU Online
Gerakan Lelang Wakaf Tanah PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Uang yang digelar di Hotel Alana Yogyakarta, Ahad (2/8/2026) berhasil menghimpun komitmen wakaf sebesar Rp1.132.500.000.
Dana tersebut menjadi tambahan penting dalam ikhtiar penyelesaian pembelian lahan yang akan menjadi lokasi gedung baru PWNU DIY.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Bank Indonesia dan BPD DIY Syariah itu dihadiri berbagai unsur dari jajaran PWNU DIY, pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, serta para dermawan yang turut berpartisipasi dalam lelang wakaf.
Ketua Tim Pengadaan Tanah PWNU DIY, H. Ahmad Bahiej mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme para peserta.
“Alhamdulillah, Program Lelang Wakaf Melalui Uang yang difasilitasi Bank Indonesia dan BPD DIY Syariah di Hotel Alana pada 2 Agustus 2026 berhasil menghimpun komitmen wakaf sebesar Rp1,1 miliar lebih,” ujarnya
Baca Juga
Dalil Pensyariatan dan Keutamaan Wakaf
Sejumlah lembaga dan tokoh memberikan komitmen wakaf dalam kegiatan tersebut, di antaranya LP Ma’arif PWNU DIY sebesar Rp500 juta, Anggota DPD RI Gus Hilmy Muhammad Rp100 juta, Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih Rp100 juta, Pondok Krapyak Yayasan Ali Maksum Rp100 juta, RMI PWNU DIY Rp50 juta, UNU Yogyakarta bersama Rektor UNU Yogyakarta Rp75,5 juta, serta BPD DIY Syariah Rp25 juta. Selain itu, turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Bantul, Kepala Kantor Kementerian Agama Sleman, para kepala MAN, dan sejumlah tokoh lainnya yang ikut berpartisipasi dalam gerakan wakaf tersebut.
Ahmad Bahiej menjelaskan, harga tanah yang akan dibeli untuk kantor baru PWNU DIY mencapai Rp5,2 miliar dengan luas 926 meter persegi yang berlokasi di selatan PT Samitex, Panggungharjo, Sewon, Bantul.
“Sebelum pelaksanaan lelang, pembayaran telah mencapai Rp4,2 miliar, sehingga masih dibutuhkan Rp1 miliar untuk melunasi harga tanah, di luar kewajiban pajak jual beli yang diperkirakan sekitar Rp390 juta,” jelasnya.
Karena itu, menurut Bahiej, gerakan wakaf tidak berhenti pada pelaksanaan lelang kali ini. “Gerakan Lelang Wakaf Melalui Uang ini tetap berlanjut, tidak hanya untuk menyelesaikan pembelian tanah, tetapi juga sebagai ikhtiar pembangunan gedung PWNU DIY ke depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU DIY Dr. KH Ahmad Zuhdi Muhdlor menegaskan bahwa pengadaan lahan baru merupakan kebutuhan yang mendesak.
“Memang sudah saatnya mencari lahan baru karena kantor PWNU saat ini akan terkena program revitalisasi Kraton Yogyakarta,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Rais Syuriyah PWNU DIY Drs. KH Mas’ud Masduki menyampaikan doa agar seluruh proses pengadaan tanah dapat segera diselesaikan.
Dengan gaya khasnya, Kiai Mas’ud juga menyampaikan makna simbolik pemilihan lokasi acara.
“Hotel Alana dipilih sebagai tempat pertemuan. Al Ana berarti sekarang. Maka, urusan wakaf tanah ini harus selesai sekarang juga,” tuturnya yang kemudian memimpin doa bersama.
Sebelumnya, Tim Penggalian Dana Pengadaan Tanah PWNU DIY telah berhasil menghimpun dana wakaf hingga Rp4,995 miliar melalui berbagai skema penggalangan, termasuk platform LAZISNU DIY dan program jariyah pengembangan PWNU DIY. Capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kantor baru PWNU DIY sebagai pusat pelayanan dan pengembangan organisasi Nahdlatul Ulama di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi masih dapat menyalurkan wakaf melalui platform Gandeng Gendong.