Daerah

Hari Santri 2026, PCNU Gowa Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan Mujahadah untuk Palestina

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Hari Santri 2026, PCNU Gowa Salurkan Bantuan untuk Pesantren dan Mujahadah untuk Palestina

Peringatan Hari Santri 2026 oleh PCNU Gowa yang dirangkaikan dengan ziarah makam muassis NU, mujahadah kemanusiaan untuk Palestina, dan penyaluran bantuan Rp50 juta kepada pesantren dan panti asuhan di Kabupaten Gowa, Kamis (22/10/2026). (Dok. PCNU Gowa)

Gowa, NU Online

 

Peringatan Hari Santri 2026 menjadi momentum bagi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gowa untuk meneguhkan peran santri dalam merawat tradisi keulamaan sekaligus memperluas kepedulian sosial. Selain berziarah ke makam para pendiri NU di Gowa, PCNU juga menggelar mujahadah kemanusiaan untuk Palestina dan menyalurkan bantuan senilai Rp50 juta kepada pesantren dan panti asuhan.

 

Ketua Tanfidziyah PCNU Gowa H Abd Jabbar Hijaz mengajak santri dan warga Nahdlatul Ulama menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan serta meneruskan perjuangan para ulama dalam membangun bangsa. Pesan tersebut disampaikan saat ia bertindak sebagai pembina apel Hari Santri di Pelataran Museum Balla Lompoa, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Kamis (22/10/2026).

 

“Santri dan warga Nahdlatul Ulama harus terus menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Semangat perjuangan para ulama perlu diteruskan melalui pengabdian dan kontribusi nyata dalam membangun bangsa,” ungkap Abd. Jabbar Hijaz.

 

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”. Tema tersebut menegaskan pentingnya merawat warisan keilmuan ulama sekaligus menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Doa Hari Santri yang dipimpin Rais Syuriyah PCNU Gowa, Prof Abustani Ilyas, turut menjadi bagian dari ikhtiar spiritual dalam memohon keberkahan bagi bangsa dan keberlanjutan perjuangan para ulama.

 

Merawat ingatan terhadap muassis NU

 

Komitmen menjaga tradisi keulamaan diwujudkan melalui ziarah ke makam para pendiri NU di Kabupaten Gowa, yakni Puang Makka Dg Mattayang dan H Muh Hijazi Dg Nyonri.

 

Ziarah tersebut menjadi sarana mengenang jasa para pendahulu yang berperan dalam perjalanan Nahdlatul Ulama di Gowa. Penghormatan terhadap para muassis diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui penerusan nilai perjuangan, keilmuan, dan pengabdian mereka kepada masyarakat.

 

Doa Palestina dan bantuan pesantren

 

Kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan diwujudkan melalui mujahadah untuk Palestina yang diisi dengan tahlil dan doa bersama. Agenda ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak konflik.

 

Selain itu, PCNU Gowa menyalurkan bantuan senilai Rp50 juta kepada pesantren dan panti asuhan di Kabupaten Gowa. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung lembaga pendidikan keagamaan dan sosial yang menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

 

Penyaluran bantuan ini menegaskan pentingnya menerjemahkan nilai keagamaan menjadi kepedulian nyata. Semangat kesantrian tidak hanya diwujudkan melalui penguatan ibadah dan tradisi, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan sesama.

 

Melalui peringatan Hari Santri 2026, PCNU Gowa menghubungkan tiga dimensi pengabdian: merawat warisan ulama, menjaga persatuan bangsa, dan memperkuat solidaritas kemanusiaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus hidup dalam praktik keagamaan dan sosial warga Nahdlatul Ulama.