Daerah

Isi Pengajian di Kantor Kemenag, Ketua PCNU Pidie Ajak Jamaah Tingkatkan Ibadah

Jumat, 6 November 2026 | 06:30 WIB

Isi Pengajian di Kantor Kemenag, Ketua PCNU Pidie Ajak Jamaah Tingkatkan Ibadah

Ketua PCNU Kabupaten Pidie, Tgk Isafuddin mengisi pengajian rutin di lingkungan Kantor Kemenag Pidie, Rabu (4/11/2026). (istimewa)

Pidie, NU Online

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pidie Tgk Isafuddin, mengisi pengajian rutin Rabu pagi di lingkungan Kantor Kemenag Pidie, Rabu (4/11/2026). Kegiatan yang telah berlangsung lebih dari setahun itu diikuti sejumlah pejabat dan ASN sebagai bagian dari pembinaan keagamaan di lingkungan instansi tersebut.

 

Pada kesempatan tersebut ia mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pidie untuk membiasakan introspeksi diri dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengevaluasi amal perbuatan dan tanggung jawab pekerjaan.

 

Dalam tausiahnya, Tgk Isafuddin menjelaskan bahwa introspeksi diri merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Setiap orang perlu meluangkan waktu untuk mengevaluasi perjalanan hidupnya, termasuk menilai kualitas ibadah, perilaku, dan pekerjaan yang telah dilakukan.

 

Menurutnya, Rasulullah Muhammad saw merupakan teladan utama dalam membangun kehidupan yang berlandaskan akhlak mulia. Keteladanan Nabi tidak hanya tercermin dalam hubungan dengan Allah swt, tetapi juga dalam interaksi sosial dan cara menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

 

Ia menegaskan bahwa ketegasan Rasulullah dalam mempertahankan prinsip agama berjalan seiring dengan kemuliaan akhlak, kasih sayang, dan sikap tidak menyakiti sesama.

 

"Setiap hari kita perlu merenung dan mengevaluasi hasil pekerjaan. Apakah selama sehari lebih banyak melakukan kebajikan atau justru sebaliknya," ujar Tgk Isafuddin.

 

Syukur dan Sabar Menjadi Fondasi Kehidupan

Selain mengingatkan pentingnya introspeksi, ulama muda Pidie yang juga Kepala Seksi Pembinaan Masyarakat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie itu mengajak ASN untuk senantiasa mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Allah swt, sekecil apa pun nikmat tersebut.

 

Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku, ketaatan, serta kesungguhan dalam menjalankan amanah kehidupan.

 

Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia akan menghadapi ujian dengan bentuk yang berbeda-beda. Kekurangan rezeki, musibah, maupun berbagai kesulitan lainnya merupakan bagian dari dinamika kehidupan yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keimanan.

 

"Segala ujian, baik kekurangan rezeki maupun musibah, harus kita hadapi dengan keimanan. Konsisten dalam beriman kepada Allah SWT merupakan awal kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat kelak," katanya.

 

Pengajian sebagai Penguatan Spiritual ASN

Alumnus MUDI Samalanga itu berharap kegiatan tausiah dan pengajian rutin di lingkungan Kemenag Pidie tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan pengaruh nyata terhadap pembentukan karakter dan peningkatan kualitas spiritual ASN.

 

Ia menilai penguatan nilai-nilai keagamaan memiliki hubungan erat dengan pelaksanaan tugas sebagai aparatur negara. ASN tidak hanya dituntut memiliki kemampuan profesional, tetapi juga integritas, tanggung jawab, kejujuran, dan akhlak yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

"Melalui pembiasaan introspeksi, rasa syukur, kesabaran, dan keteladanan Rasulullah saw, diharapkan para ASN mampu menjalankan amanah pekerjaan dengan lebih baik serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat," lanjutnya.

 

Menurutnya, pengajian rutin Rabu pagi menjadi salah satu ikhtiar membangun lingkungan kerja yang religius sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan birokrasi di Kabupaten Pidie.