Daerah

ISNU Jombang Tekankan Pengembangan Agribisnis

Sabtu, 2 November 2013 | 13:10 WIB

Jombang, NU Online
Tidak ada pilihan lain bagi pengembangan pertanian di tanah air, kecuali dengan meningkatkan kemampuan agrobisnis. Pokok pikiran ini mengemuka pada diskusi Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Jombang  di ruang BungTomo Pemerintah Kabupaten Jombang Sabtu (2/11).
<>
Ketua PC ISNU Jombang, Ahmad Athoilllah memandaskan bahwa sebagai salah satu badan otonom baru di NU, keberadaan ISNU ingin langsung bersinergi dengan siapa saja dalam mengawal pembangunan yang berorientasi kepada kesejehteraan masyarakat.  

“Dengan berbagai latar belakang profesi, ISNU akan dengan mudah berbaur dengan siapa saja dalam upaya membawa Jombang menuju tatanan yang lebih baik,” tandasnya pada diskusi bertema “Mewujudkan Jombang Sejahtera melalui Pembangunan Pertanian yang berorientasi Agribisnis” tersebut.

Prioritas program PC ISNU Jombang lima tahun mendatang lebih menekankan kepada dua aspek yakni pendidikan dan pertanian. “Karena seperti diakui bahwa kedua sektor ini yang menjadi tumpuan masyarakat bawah dan juga melibatkan warga NU hingga ke pelosok kawasan,” kata Gus Aik, sapaan akrabnya.

Pilihan menjadikan pertanian sebagai salah satu garapan utama lantaran NU yang didirikan di Jombang dalam statuta pendirian organisasi juga menjelaskan tentang perlunya bagi organisasi ini berperan dalam usaha pertanian yang tidak bertentangan dengan aturan yang ada.

Pertimbangan kedua, dalam road map kebangkitan Indonesia 1945-2045 yang dituangkan dalam buku pokok-pokok pikiran sarjana NU dinyatakan bahwa ada dua hal menjadi perhatian ISNU yakni membangun kemandirian pangan menuju kedaulatan pangan dan pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian.  

“Dengan kehadiran ISNU semoga akan memberikan dukungan yang lebih kongkrit bagi upaya mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Jombang sebagai daerah untuk mensejahterakan semua kalangan,” katanya.

“Agribisnis menjadi pilihan untuk mensejahterakan petani lantaran akan memberikan pemahaman tidak hanya proses produksi namun juga memanfaatkan sejumlah peluang ekonomi dari hasil produksi yang telah dihasilkan,” kata salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang ini.

Pada kesempatan tersebut tampil sebagai pembicara yakni DR Udhoro Kasih Angoro yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Tanaman Pangan yang saat diwakili oleh DR Tri Soesatyo. Ada juga akademisi yakni DR Ir Syafrial, MS (dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang), serta Ketua Komisi B DPRD Jombang, Ir H Handi Widyawan.

Materi yang disampaikan sejumlah narasumber mendapat perhatian dari peserta. Problem klasik para petani seperti harga benih dan obat-obatan yang tinggi, biaya perawatan dan upah buruh tani yang harus lebih baik menjadi kendala tersendiri dalam upaya meningkatkan taraf hidup para petani. Demikian juga usai panen, para petani akan dihadapkan pada harga yang kian terjepit lantaran ketersediaan produk yang melimpah.

Sholihuddin Shofwan, salah seorang peserta mengeluhkan sulitnya para petani untuk mendapatkan kredit usaha rakyat yang sebenarnya sangat dibutuhkan petani saat membuka lahan hingga panen. “Dalam praktiknya, sangat jarang dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan petani,” katanya. “Bahkan hal ini menjadi ajang bagi sebagian kalangan dan dimanfaatkan untuk kebutuhan lain seperti para politisi yang bisa menggunakan sejumlah dana dan cenderung dimanfaatkan untuk kegiatan politis,” lanjutnya.

Secara khusus, DR Tri Soesatyo berpesan agar sejumlah permasalahan yang terkait dengan upaya pengembangan dan kesejahteraan petani dapat dikawal secara baik. “Pertemuan ini jangan hanya berhenti pada diskusi dan inventarisasi masalah,” terangnya. “Mohon ISNU dapat mengawal kesejahteraan petani dengan baik, tentunya dengan memanfaatkan potensi yang ada,” lanjutnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Jombang, Ny Hj Mundjidah Wahab, pimpinan pemuda dan organisasi kemasyarakatan dan pemuda se kota santri serta badan otonom dan lajnah di lingkungan PCNU Jombang.  (Syaifullah/Abdullah Alawi)
 


Terkait