Daerah

Kekeringan di Pekalongan, NU Peduli Salurkan 63 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kekeringan di Pekalongan, NU Peduli Salurkan 63 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

Penyaluran air besih di Dusun Sitesuk, Desa Notogiwang pada Ahad (11/10/2026). (NU Peduli Pekalongan)

Jakarta, NU Online

Kekeringan yang berulang setiap tahun masih menyulitkan warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Melalui NU Peduli, UPZIS MWCNU Paninggaran bersama sejumlah lembaga dan badan otonom NU menyalurkan 63.000 liter air bersih ke tiga wilayah terdampak pada 30 September hingga 11 Oktober 2026.

 

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pekalongan Achmad Fawaid menyampaikan bahwa bantuan tersebut disalurkan ke Desa Notogiwang, Desa Lambanggelun, dan Desa Paninggaran. Penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

 

“Itu permintaan dari masyarakat, kami mendapat informasi wilayah kekeringan itu dari kader-kader NU,” ujarnya kepada NU Online, Kamis (15/10/2026).

 

Di Dukuh Sitesuk, Desa Notogiwang, sebanyak 38.400 liter air bersih disalurkan melalui delapan kali pengiriman. Bantuan tersebut diterima oleh 155 kepala keluarga (KK). Sementara itu, Dukuh Simendem, Desa Lambanggelun, menerima 4.800 liter air melalui satu kali pengiriman untuk memenuhi kebutuhan 106 KK.

 

Adapun di Dukuh Sikawat, Desa Paninggaran, penyaluran dilakukan sebanyak empat kali dengan total 19.800 liter air bersih. Bantuan ini menjangkau 30 KK.

 

Fawaid mengatakan, penyaluran bantuan juga dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan agar distribusinya merata. Menurutnya, sebagian wilayah mendapat bantuan melalui BPBD, sedangkan wilayah lainnya ditangani NU Peduli.

 

“Desa lain kami yang bantu salurkan dengan koordinasi BPBD Pekalongan supaya penyaluran air bersih ini merata, tidak hanya fokus di satu tempat,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, air bersih yang disalurkan bersumber dari mata air di Desa Paninggaran. Namun, warga Dukuh Sikawat masih mengalami kesulitan mendapatkan air karena instalasi air di kawasan perumahan baru belum selesai dibangun.

 

“Jadi, ada satu dusun yang di mana itu merupakan sumber mata air, tapi ada satu dusun yang itu sekitar perumahan dan perumahan baru. Jadi, instalasi airnya itu memang masih agak susah, yang Sikawat itu,” tuturnya.

 

Menurut Fawaid, kekeringan di Kabupaten Pekalongan umumnya mulai terjadi pada Agustus. Dampaknya, warga bahkan mengalami kesulitan mendapatkan air untuk berwudhu. “Kalau reaksi warga itu sangat berterima kasih karena memang kekeringannya itu sampai di titik susah untuk wudhu, kira-kira gitulah,” katanya.

 

Ia mengatakan, NU Peduli berencana melanjutkan penyaluran air bersih hingga November. Pada tahun sebelumnya, pengiriman air bersih bahkan mencapai 33 kali.

 

Fawaid menilai, bantuan darurat perlu diikuti langkah jangka panjang agar warga tidak terus bergantung pada distribusi air bersih setiap musim kemarau. “Kita itu sebenarnya butuh untuk membuat pipanisasi yang desa yang ada mata airnya atau model bak penampungan air hujan,” ujarnya.

 

Pihaknya berharap pembangunan infrastruktur air dapat mengurangi dampak kekeringan pada tahun-tahun mendatang sehingga kebutuhan air warga tetap terpenuhi tanpa harus terus mengandalkan pengiriman bantuan.

 

Dalam kegiatan ini, NU Peduli melibatkan LPBI PCNU Kabupaten Pekalongan, GP Ansor, NU Care-LAZISNU Kabupaten Pekalongan, Fatayat NU, dan Muslimat NU.