Lumajang, NU Online
Tepat hari Ahad, 08 Januari 2012, Mahasiswa STAI Syarifuddin Wonorejo Lumajang mengadakan kegiatan Pelatihan Perawatan Jenazah. Kegiatan yang bertempat di balai desa Kaliboto Kidul kecamatan Jatiroto Lumajang ini dilaksanakan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa STAI Syarifuddin Wonorejo.
Program ini merupakan salah satu kegiatan non fisik yang menjadi salah satu agenda unggulan selain program pembelajaran diniyah maupun TPQ yang menjadi agenda rutin pada KKN tahun ini, ungkap M. Nasikhul Amin Koordinator KKN yang juga Pengurus Cabang IPNU Lumajang.
<>
Adapun tujuan dipilih kegiatan ini adalah untuk memberikan pembinaan dan pemahaman secara utuh kepada masyarakat tentang tata cara perawatan jenazah yang benar sesuai dengan ajaran islam ala ahlus sunnah wal jamaah sebagaimana yang banyak dianut oleh masyarakat sekitar, lanjutnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Nasiruddin kepala desa Kaliboto Kidul, Satuyar Mufid, MA Dosen Pembimbing, Kusnan Thoif Pengurus Jamqur Kecamatan dan para tokoh masyarakat setempat. Tak kurang dari 80 orang masyarakat maupun perangkat desa yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut. Mereka kebanyakan berasal dari desa Kaliboto Kidul, meski ada dari desa sekitar yang tertarik untuk ikut.
Satuyar mengatakan, bahwa pada tahun ini, Pihak STAI Syarifuddin menyelenggarakan KKN pada 4 desa, antara lain desa Sukosari, Jatiroto, Rojopolo dan disini (Kaliboto Kidul, Red) dengan total kurang lebih 108 mahasiswa. Kami merasa bahagia dan bangga bahwa mahasiswa kami bisa mengamalkan ilmunya kepada warga masyarakat, yang mana dampak dari pelatihan ini sangatlah besar sekali bagi masyarakat.
Adapun Nasiruddin menyampaikan keprihatinannya selaku pemerintah desa Kaliboto Kidul akan minimnya pengetahuan masyarakatnya akan perawatan jenazah yang benar.
Untuk itu dia menyambut baik dan berterima kasih kepada mahasiswa KKN karena dengan diadakannya kegiatan ini, masyarakat desa akan lebih faham akan perawatan jenazah yang benar. Hal ini juga sejalan dengan keinginan pemerintah desa yang belum terlaksana.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Achmad S