Daerah

PAC IPNU-IPPNU Kadur Gelar Makesta

Selasa, 31 Januari 2012 | 14:53 WIB

Pamekasan, NU Online
Terhitung selama 3 hari dari Jumat sampai Ahad, 27-29 Januari 2012, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kadur, Pamekasan menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Acara yang diikuti oleh 106 delegasi ini ditempatkan di Pesantren Kembang Kuning, Lancaran, Pamekasan.

Acara yang ditangani oleh 20 panitia aktif gabungan pengurus PAC IPNU dan IPPNU Kadur tersebut diikuti oleh 76 orang. Rinciannya: delegasi dari 22 SLTP, 14 SLTA, 10 PR NU, dan 10 PR Muslimat NU sekecamatan Kadur. Dan dalam perkembangannya bertambah menjadi 106 peserta.
<>
“Bertambahnya peserta ini tidak terlepas dari kebijakan pengasuh Kembang Kuning (K Moh Khairul Anwar, red.),” ujar ketua IPPNU Kadur, Helliyatul Mukarramah.

Setelah pembukaan yang dilangsungkan Jumat (27/1) pagi, lanjutnya, pengasuh menginstruksikan kepada para santri senior agar ikut Makesta, tentu setelah sebelumnya bermusyawarah dengan para panitia.

“Kami pun mengamini permohonan beliau untuk menjadikan beberapa santrinya sebagai peserta Makesta,” tambah ketua IPNU Kadur, Faisol Ansori.

Sebagaimana kesepakatan panitia, tema yang diangkat dalam Makesta tersebut ialah tentang spirit berorganisasi. Jelasnya ialah “Membangun Spirit Berorganisasi dan Menumbuhkan Jiwa Mandiri”. Tema ini dibedah langsung oleh Sekretaris NU Palengaan, Pamekasan yang juga dikenal sebagai tokoh IPNU Pamekasan, rekan Rusdi.

Terdapat 6 materi yang diberikan kepada peserta. Yakni: Ke-NU-an, Ke-IPNU-an, Ke-IPPNU-an, Ke-Aswajaan, Keorganisasian, dan Kepemimpinan.

Materi Ke-NU-an disampaikan langsung oleh tokoh NU Pamekasan, KH Moh Hasan, Ke-IPNU-an oleh PC IPNU Pamekasan Monhadji Ahmad, Ke-IPPNU-an oleh ketua PC IPPNU Pamekasan Hurriyah, Ke-Aswajaan oleh pemikir muda NU Pamekasan Moh Supardi, Keorganisasian oleh mantan ketua PAC IPPNU Kadur Aminatus Zahrah, dan Kepemimpinan oleh Pembina PC IPNU Pamekasan Ahmad Hasin.

“Alhamdulillah, pemateri mendapat respon positif dari peserta. Forum hidup. Peserta mengikuti semua materi tanpa seorang pun yang absen,” ungkap salah panitia seksi acara, Unzilaturrahmah.

Pada malam ketiga, diadakan Pembaitan. Para peserta dibaiat langsung oleh ketua PC IPNU Pamekasan, Muhammad Nasiruddin.

Menariknya, sebelum didaulat, para peserta masih melewati beberapa pos terlebih dahulu.

“Kami membuat 6 pos. Masing-masing pos ditangani oleh 2 panitia. Pos pertama pengaturan pemberangkatan peserta. Pos kedua tentang psiko tes. Dan pos ketiga mereview materi yang telah diperoleh oleh panitia. Sedangkan pos keempat ialah pementahan argumentasi peserta,” ujar ketua panitia Makesta, Muhammad Afif Supardi.

Selanjutnya, tambah Afif, pos keempat tidak ada materi. Melainkan, peserta ditutup matanya melalui alat penutup mata yang dibawa peserta. Oleh panitia di pos 5, mereka dituntun menuju tempat pembaiatan.

“Pembaitannya ditempatkan di pemakaman. Peserta diusahakan tidak tahu dengan ditutup matanya,” kata Afif.

Dari semua rentetan perposan tersebut, yang amat berkesan ialah tatkala perenungan sebelum pembaitan dilangsungkan. Adalah pengurus PAC IPNU Kadur Anam Al-Yumna dan pengurus PC IPNU Pamekasan Khoirul Anwar menjadi pemandu perenungan. Keduanya menguntaikan kata-kata mutiara yang langsung menyentuh sanubari peserta.

“Banyak peserta yang menangis. Mereka tersentuh hatinya saat diingatkan pada perjuangan kedua orangtuanya,” ungkap Afif.

Acara Makesta tersebut ditutup langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Kembang Kuning, K Moh Khairul Anwar, pada Ahad (29/1) siang.




Redaktur   : Mukafi Niam
Kontributor: Hairul Anam


Terkait