3 WNI Jadi Korban Serangan Houthi di Selat Bab al-Mandab Yaman
Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Jakarta, NU Online
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah mengonfirmasi tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan kelompok Houthi terhadap kapal kargo Tihamah di Selat Bab al-Mandeb, Yaman, pada Selasa (11/8/2026) lalu.
Heni mengoreksi laporan sebelumnya yang menyebut satu WNI tewas dalam insiden tersebut. Ia mengatakan bahwa berdasarkan konfirmasi Kemlu dan otoritas Yaman, dari tiga Anak Buah Kapal (ABK) WNI, satu orang dinyatakan hilang dan dua lainnya mengalami luka-luka.
"Keduanya selamat setelah dilakukan pengobatan, semua dalam keadaan selamat dan stabil. Sementara ini untuk satu ABK lainnya masih belum ditemukan dan upaya pencarian serta penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait. Hal ini dikonfirmasi melalui laporan dari Kementerian Luar Negeri Yaman yang kita terima pagi ini," ujar Heni dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga
Hanya 3 WNI yang Bisa Berhaji Tahun ini
Heni mengatakan Dari total 11 ABK yang menjadi korban dalam insiden tersebut, tiga di antaranya WNI dan delapan lainnya warga negara Pakistan. Ia juga menegaskan bahwa Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat masih terus berkoordinasi untuk memastikan perlindungan bagi para ABK WNI yang menjadi korban.
"Dan Kemlu melalui KBRI Muscat terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan perlindungan bagi para ABK tersebut, termasuk mempersiapkan fasilitasi pemulangan ke tanah air setelah kondisi dan situasi memungkinkan," ujarnya.
Sebelumnya, kapal kargo Tihamah yang berbendera Yaman milik perusahaan Mesir tersebut dilaporkak telah dihantam tiga rudal balistik oleh Houthi saat berlayar melintasi Selat Bab al-Mandeb hingga menyebabkan kebakaran dan kerusakan material yang signifikan pada bagian kapal.
Melansir Al-Jazeera, Sebelum terjadi koordinasi antara pihak Kemlu dan otoritas Yaman, perusahaan keamanan maritim asal Inggris, Vanguard, sempat melaporkan sedikitnya dua orang tewas dalam insiden tersebut, yakni satu warga negara Pakistan dan satu WNI, sementara empat lainnya dilaporkan luka-luka.
Dilaporkan juga bahwa Houthi kembali menembakkan rudal ke lokasi saat tim penyelamat tengah berupaya mengevakuasi korban dari kapal. Serangan susulan tersebut menewaskan dua personel dari National Resistance Forces (NRF), kelompok militer anti-Houthi yang turut serta dalam operasi penyelamatan.
Seorang penjaga pantai Yaman memberikan keterangan bahwa serangan tersebut mengakibatkan beberapa orang tewas dan luka-luka.
"Serangan itu menghantam lokasi operasi penyelamatan dan mengakibatkan kematian serta luka-luka di kalangan pasukan yang berpartisipasi dalam operasi tanggap darurat," ujarnya dikutip NU Online dari Al Jazeera, Jumat (14/8/2026).
Korban jiwa dalam serangan terhadap kapal kargo Tihamah tersebut dinyatakan menjadi korban pertama akibat serangan Houthi terhadap kapal niaga sejak perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026.
Asharq Al-Awsat, melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Yaman mengecam serangan tersebut dan mendesak komunitas internasional untuk beralih dari sekadar kecaman menuju tindakan yang efektif dan tegas terhadap Houthi. Kementerian Perhubungan Yaman turut mengutuk serangan tersebut sebagai kejahatan teroris yang mengancam keselamatan pelayaran dan perdagangan internasional.
Serangan terhadap Tihamah tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi, menyusul runtuhnya gencatan senjata yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2022.
Sejak blokade Houthi terhadap pelayaran Arab Saudi di Laut Merah diumumkan pada 20 Juli lalu, lalu lintas kapal yang melintasi Bab al-Mandeb terus menyusut, dengan rata-rata hanya 32 kapal per hari melintasi selat tersebut pekan lalu. Angka tersebut turun dari rata-rata 50 kapal per hari sebelum blokade diberlakukan.
PBB juga telah menyerukan agar semua pihak menahan diri. PBB menyebut eskalasi kekerasan terbaru tersebut dapat berisiko menyeret Yaman ke dalam konfrontasi regional yang lebih luas.
Sejak berita ini diterbitkan, pihak Houthi belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut. Namun, kantor berita Saba yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan bahwa kelompok tersebut telah menyerang kapal Arab Saudi yang mengangkut peralatan militer di Bab al-Mandeb, tanpa menyebutkan nama kapal secara spesifik. Belum ada tanggapan resmi dari pihak Arab Saudi atas klaim tersebut.