Internasional

Banjir Melanda Istanbul, PCINU Turki Laporkan Nahdliyin Tidak Terdampak

Senin, 19 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Banjir Melanda Istanbul, PCINU Turki Laporkan Nahdliyin Tidak Terdampak

Pemandangan dari udara memperlihatkan jalan-jalan dan kawasan permukiman terendam banjir setelah Sungai Turknil meluap akibat hujan deras di distrik Sile, Istanbul, Turki, Rabu (14/10/2026). (Turkiye Today)

Jakarta, NU Online

Anggota Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki, Mujtaba, mengatakan warga Nahdliyin sejauh ini tidak terdampak langsung banjir besar yang melanda Istanbul sejak Rabu (14/10/2026).

 

Meski demikian, hujan deras sempat mengganggu transportasi dan melumpuhkan aktivitas di sejumlah distrik.

 

“Sejauh ini dari teman-teman PCI tidak terdampak, alhamdulillah,” kata Mujtaba kepada NU Online, Ahad (19/10/2026).

 

Mujtaba menuturkan, banjir terparah terjadi di distrik Kağıthane dan Sariyer. Sementara itu, di Fatih, tempat ia berada, sejumlah layanan trem sempat berhenti sementara akibat genangan air.

 

“Kalau saya sendiri kemarin karena banjir di Fatih akhirnya beberapa trem berhenti sebentar,” ujarnya.

 

Menurut Mujtaba, hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur Istanbul pada Rabu (14/10/2026). Hujan deras tersebut disertai angin kencang sehingga mengganggu aktivitas warga. Pemerintah setempat pun meliburkan kegiatan sekolah pada Kamis dan Jumat.

 

Ia juga menyebut wilayah Şile mengalami hujan deras. Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterimanya, hujan kemudian bergeser ke Sakarya.

 

Melansir Global Weather Network, banjir yang melanda Istanbul disebut sebagai yang terburuk sejak 1942. Hingga Sabtu (17/10/2026) pagi, sedikitnya enam orang meninggal dunia, lima di antaranya di Istanbul dan satu orang lainnya di wilayah sebelah timur kota tersebut.

 

Salah satu korban merupakan remaja laki-laki berusia 14 tahun di distrik Fatih. Ia tersengat listrik setelah menginjak genangan air di sebuah taman. Kejaksaan masih menyelidiki sumber aliran listrik yang menyebabkan kejadian tersebut.

 

Hujan ekstrem juga menyebabkan kerusakan di berbagai wilayah. Distrik Beykoz di sisi Asia Istanbul mencatat curah hujan hampir 280 milimeter dalam kurun 48 jam hingga Kamis pagi. Di dua distrik di sisi Eropa, curah hujan tercatat lebih dari 200 milimeter.

 

Tingginya curah hujan membuat tanah jenuh air sehingga hujan susulan berisiko memperparah genangan. Layanan cuaca Turki pun menetapkan status siaga oranye untuk lima provinsi, termasuk Istanbul, pada Sabtu (17/10/2026).

 

Curah hujan di sejumlah wilayah Istanbul diperkirakan mencapai 50–100 milimeter, sedangkan wilayah lainnya berpotensi menerima 25–50 milimeter. Angin kencang juga diperkirakan terjadi pada malam hari.

 

Pemerintah Turki mengerahkan lebih dari 46.000 petugas untuk menangani dampak banjir di Istanbul. Lebih dari 2.700 orang yang terjebak banjir telah dievakuasi di kota tersebut. Petugas juga menangani ribuan laporan, sementara sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.

 

Gangguan turut terjadi pada transportasi udara. Sebanyak 51 penerbangan menuju Bandara Istanbul dialihkan, sedangkan 19 penerbangan lainnya dibatalkan.

 

Operasional penerbangan di bandara kedua Istanbul juga sempat dihentikan akibat wind shear, yakni perubahan mendadak pada kecepatan atau arah angin yang dapat membahayakan penerbangan.