Internasional

Gus Kautsar: Niat Cari Nafkah Halal Nilainya Jauh Lebih Tinggi dari Wirid Khusus

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Gus Kautsar: Niat Cari Nafkah Halal Nilainya Jauh Lebih Tinggi dari Wirid Khusus

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar) saat menyampaikan tausiyah dalam acara Hari Santri yang digelar oleh PCINU Taiwan di National Dr Sun Yat Sen, Taipei, Taiwan, pada Ahad (25/10/2026) waktu setempat.

​Jakarta, NU Online

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar) mengatakan bahwa keteguhan niat seorang dalam mencari rezeki yang halal bernilai sangat mulia di sisi Allah Swt., bahkan memiliki bobot spiritual yang luar biasa melampaui amalan zikir atau wirid tertentu.


​"Keteguhan niat panjenengan untuk kemudian meningkatkan kualitas strata keluarga itu sudah jauh lebih ngeri daripada jampi-jampi, wirid-wirid, dzikir-dzikir yang dibaca oleh teman-teman Pagar Nusa," ujarnya saat menyampaikan tausiyah dalam acara Hari Santri yang digelar oleh PCINU Taiwan di National Dr Sun Yat Sen, Taipei, Taiwan, pada Ahad (25/10/2026) waktu setempat. 


Gus Kautsar juga mengingatkan bahwa segala amal perbuatan manusia, baik itu bekerja menuntut ilmu maupun beraktivitas sehari-hari, sangat bergantung pada landasan niatnya sebagai seorang Muslim. Ia menegaskan bahwa sebelum melangkah melakukan suatu pekerjaan, niat yang lurus harus dijadikan sebagai kunci utama. 


Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, tersebut juga menegaskan bahwa bekerja bukan sekadar mencari materi duniawi, melainkan sebuah ikhtiar mulia untuk mencukupi kebutuhan keluarga, menjaga kehormatan diri agar tidak menjadi beban atau merepotkan orang lain, serta berupaya memberikan manfaat bagi sesama manusia.


​"Kita itu ke sini niatnya mencari rezeki untuk keluarga. Kita ini ke sini untuk mendapatkan kehidupan yang yang lebih baik, dan niat-niat seperti ini sangat baik," tutur Gus Kautsar.


Gus Kautsar lantas menjelaskan bahwa mempertahankan niat bukanlah sesuatu yang mudah. Menurutnya, niat awal yang dibawa sejak meninggalkan rumah berpotensi mengalami perubahan setibanya di lokasi, sehingga tujuan utama pun bisa bergeser.


"Tapi niat itu enggak mudah, makanya tadi wa in tadum hatta balaghtal akhirah, bisa jadi itu adalah niatan awal ketika kita meninggalkan rumah, tapi nyampai sini niat kita ini bisa berubah. Tujuan utama kita bisa berubah, lah inilah kenapa kemudian kata Rasulullah, sebetulnya mempertahankan niat itu menjadi sangat penting," tuturnya.


​Lebih lanjut, Gus Kautsar menyitir sebuah hadis Nabi Muhammad Saw., yang menjelaskan tentang keutamaan orang yang bersusah payah mencari harta yang halal demi menafkahi keluarganya.


"Orang itu kalau kerja tujuannya adalah supaya tidak menjadi beban orang lain, supaya kita ini tidak merepotkan orang lain, kemudian ditambahi siapa tahu mampu membahagiakan keluarga, lebih-lebih siapa tahu mampu menolong orang lain, maka orang-orang yang mati-matian bekerja dengan niatan seperti itu, besok ketika ketemu Allah wajahnya akan penuh dengan cahaya, penuh dengan sinar. Dan moga-moga itu panjenengan semua. Amin," ungkapnya.


Gus Kautsar juga mengutip atsar dari sahabat Nabi, Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, yang menyatakan bahwa kematian seorang mukmin di pasar saat tengah berjuang mencari rezeki yang halal bahkan dipandang lebih utama daripada gugur di medan perang.


​"Kata Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu sebagai salah satu sahabat terbaik, saya ini kalau nanti mati di pasar sedang bekerja... jangan dianggap itu enggak istimewa, kata Sayyidina Umar, saya mati kecelakaan kerja itu jauh lebih baik daripada saya mati di medan perang karena Allah Subhanahu wa Ta'ala," ujar Gus Kautsar menjelaskan derajat tinggi para pencari nafkah. 


​Gus Kautsar lantas berpesan agar setiap pekerja senantiasa membentengi diri, menjaga lisan, serta memastikan bahwa setiap suap makanan dan tetes keringat yang dibawa pulang ke rumah benar-benar bersumber dari jalan yang dihalalkan oleh Allah swt.


​"Orang yang memastikan rezeki yang dibawa masuk ke rumahnya, rezeki yang masuk ke rekeningnya halal itu jauh lebih penting daripada apapun. Makanya ini benar-benar istimewa betul, istimewa betul," ujarnya. 


​Sebagai penutup tausiyahnya, Gus Kautsar mengingatkan pentingnya menutup setiap lelah dan aktivitas harian dengan istighfar serta senantiasa memohon keberkahan. Ia juga menekankan bahwa ezeki yang sedikit namun barokah, yang didapat dengan cara yang benar dan niat yang bersih, akan mendatangkan ketenangan batin serta menyelamatkan seseorang dari sifat tamak dan keburukan dunia.


Selanjutnya, Gus Kautsar mendoakan agar seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan, keteguhan iman, kelapangan rezeki yang barokah, serta perlindungan penuh dari Allah swt.