Banser Salurkan 211 Ribu Liter Air Bersih dalam 10 Tahap di Pemalang
Jumat, 2 Oktober 2026 | 21:30 WIB
Penyaluran air bersih di sejumlah Desa yang berada di Kabupaten Pemalang pada Selasa (29/9/2026). (Foto: Dok GP Ansor Pemalang)
Pemalang, NU Online Jateng
Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, meluas hingga kawasan pelosok di lereng Gunung Slamet. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air bersih warga meningkat.
Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Pemalang, Salman Faidul Mahasin, menyampaikan bahwa Barisan Ansor Serbaguna (Banser) telah menyalurkan 211.000 liter air bersih dan 1.200 galon air kepada warga terdampak kekeringan. Bantuan tersebut disalurkan dalam 10 tahap sejak akhir Agustus hingga akhir September 2026.
Penyaluran dilakukan bersama sejumlah badan otonom dan lembaga NU di Kabupaten Pemalang, antara lain Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU), LAZISNU, Muslimat NU, dan Fatayat NU. Untuk penyediaan tangki air, mereka juga bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang dan Palang Merah Indonesia (PMI) Pemalang.
“Jumlah volume air yang disalurkan yaitu 211.000 liter dengan rincian 43 tangki dengan kapasitas 5.000 liter, 2.500 liter, dan 6.000 liter, dan 1.200 galon air. Sudah disalurkan dalam beberapa tahap, saat ini sudah 10 tahap. Sejak akhir bulan Agustus hingga akhir bulan September,” ujarnya kepada NU Online, Kamis (1/10/2026).
Salman menjabarkan, distribusi air dilakukan di Kecamatan Pulosari, Belik, Warungpring, Watukumpul, Bantarbolang, dan Bodeh. Menurut Salman, pendistribusian air bersih ke wilayah dengan medan terjal menjadi tantangan tersendiri. Sejumlah lokasi bahkan tidak dapat dilalui truk pengangkut air.
“Kita menginventarisasi mana daerah yang sangat membutuhkan. Bahkan kemarin kita menyentuh daerah yang memang sangat sulit. Jadi itu daerahnya terjal, warga itu pemukimannya di turunan yang curam,” katanya.
“Tantangan memang bagi kami mendistribusikan air di daerah terjal itu, ada yang truk tidak bisa dilalui, jadi kami pakai mobil yang lebih kecil lagi agar tangki air bisa sampai ke daerah itu,” sambungnya.
Selengkapnya klik di sini.