LAZISNU se-Jatim Kirim 1 Kontainer Bantuan bagi Korban Gempa NTT
Rabu, 4 November 2026 | 17:30 WIB
Pemberangkatan satu kontainer bantuan logistik dan tenda darurat oleh LAZISNU se-Jatim untuk penyintas gempa NTT di halaman Kantor PWNU Jatim, Selasa (03/11/2026). (Foto: NOJ/ tangkap layar)
Surabaya, NU Online Jatim
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) se-Jawa Timur mengirimkan bantuan bagi penyintas gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan sebanyak satu kontainer dengan nilai sekitar Rp120 juta itu diberangkatkan dari halaman Kantor PWNU Jawa Timur, Selasa (03/11/2026).
Pelepasan kontainer bantuan dilakukan oleh Plh Ketua PWNU Jatim KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman bersama jajarannya, serta dihadiri perwakilan NU Care-LAZISNU se-Jawa Timur. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian warga NU di Jawa Timur yang disalurkan melalui NU Care-LAZISNU se-Jatim.
Gus Firjaun, sapaan akrab KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman, mengapresiasi langkah LAZISNU Jatim bersama seluruh donatur yang telah menyalurkan bantuan bagi penyintas gempa bumi di Pulau Flores, NTT. Menurutnya, bantuan itu merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi ujian akibat bencana alam.
“Atas nama Plh Ketua PWNU Jawa Timur, saya mengucapkan terima kasih kepada LAZISNU dan seluruh donatur atas segala upaya yang telah dilakukan untuk membantu saudara-saudara kita di NTT yang sedang diuji oleh Allah SWT melalui musibah gempa bumi,” tuturnya.
Ia berharap, seluruh pihak yang terlibat dalam penghimpunan dan penyaluran bantuan tersebut mendapatkan keberkahan serta menjadi bagian dari golongan khairunnas anfa'uhum linnas, yakni sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
“Mudah-mudahan semangat untuk berbagi dan membantu sesama terus bergelora dalam hati kita tanpa mengharap pamrih, tetapi semata-mata lillahi ta'ala. Mudah-mudahan kita semua juga senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT dan setiap persoalan yang kita hadapi diberikan jalan keluar terbaik,” ungkapnya.
Gus Firjaun juga mendoakan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah. “Untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah, mudah-mudahan senantiasa diberikan ketahanan mental dan selalu mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Aamiin,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jatim, Moch Rofii Boenawi, menjelaskan bahwa bantuan yang dikirimkan mencakup berbagai kebutuhan penting bagi penyintas bencana. Di antaranya pakaian layak pakai, makanan instan, air minum dalam kemasan, kasur, bantal, tenda darurat, serta sejumlah kebutuhan logistik lainnya.
“Bantuan ini kami siapkan untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Flores. Kami berharap berbagai kebutuhan yang dikirimkan dapat membantu mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari selama masa pemulihan,” ujarnya.
Rofii menerangkan, pengiriman bantuan yang menggunakan kontainer dilakukan melalui kerja sama dengan PT Pelindo Terminal Petikemas Surabaya. Langkah ini ditempuh untuk mendukung proses pengiriman logistik agar lebih terorganisir dan dapat menjangkau masyarakat terdampak di wilayah Flores.
Di samping itu, bantuan tersebut merupakan hasil dukungan berbagai pihak, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Pondok Pesantren Arrisalah Lirboyo, Yayasan Khadijah Surabaya, Sekolah Islam Shafta Surabaya, Majelis Telkomsel Taqwa (MTT), Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group, serta sejumlah pihak lain khususnya NU Care-LAZISNU se-Jatim.
“Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut mendukung penyaluran bantuan ini,” tuturnya.
Ia menjelaskan, bantuan untuk penyintas gempa bumi di Flores baru diberangkatkan pada November 2026 karena proses penghimpunan, pengadaan, dan pengiriman logistik membutuhkan persiapan serta koordinasi dengan sejumlah pihak. Selain itu, pihaknya juga terlebih dahulu melakukan asesmen kebutuhan bagi warga terdampak bencana.
Selengkapnya klik di sini.