Nasional

1.191 Hektare Lahan Masih Terbakar

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:00 WIB

1.191 Hektare Lahan Masih Terbakar

Api terlihat berkobar membakar lahan Gunung Sumbing di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada Selasa (20/10/2026). (Dok BNPB)

Jakarta, NU Online

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih meluas di berbagai daerah di Indonesia. Hingga Rabu (21/10/2026), sekitar 1.191 hektare lahan di luar enam provinsi prioritas masih terbakar dan dalam penanganan.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan, menyampaikan bahwa total luas lahan terbakar di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 1.243,7 hektare. Dari jumlah itu, 52 hektare telah padam, sedangkan sekitar 1.191 hektare lainnya masih dalam penanganan.

 

“Hingga per Rabu (21/10/2026), luas lahan terbakar di luar enam provinsi prioritas diperkirakan 1.243,7 hektare dengan 52 hektare telah padam dan yang masih dalam penanganan sekitar 1.191 hektare,” kata Berton dalam acara Info Bencana Terkini pada Kamis (22/10/2026), yang digelar secara daring.

 

Ia menyebutkan, karhutla tersebar di sejumlah daerah, antara lain Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN) seluas 42 hektare; Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur seluas 23 hektare; serta Karanganyar, Jawa Tengah, yang mencapai 490 hektare.

 

Kebakaran juga terjadi di Gunung Sumbing, Wonosobo, Jawa Tengah, seluas 316,2 hektare; Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Probolinggo, Jawa Timur, seluas 75,37 hektare; Minahasa Utara, Sulawesi Utara, seluas 5 hektare; Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, seluas 10 hektare; Sigi, Sulawesi Tengah, seluas 60 hektare; Mamuju, Sulawesi Barat, seluas 20 hektare; serta Raja Ampat seluas 23 hektare.

 

Berton mengatakan, upaya pemadaman karhutla di Karanganyar menghadapi sejumlah kendala. Api telah mencapai Pos 2 di kawasan Cemoro Kandang. Sementara itu, kabut asap, arah angin yang tidak menentu, serta lereng gunung yang terjal dan curam mempersulit proses pemadaman.

 

“Kita bisa melihat banyaknya hal-hal yang sangat signifikan,” katanya.

 

Ancaman karhutla juga menjangkau kawasan permukiman. Berton menjelaskan, kebakaran terjadi di dekat Kampus Universitas Islam Kalimantan (Uniska) di Kalimantan Selatan pada 6 Oktober 2026. Kebakaran lainnya dilaporkan di dekat permukiman di Jalan Tembikar Kiri, Pengalaman, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, pada 5 Oktober 2026.

 

Berton mengingatkan masyarakat agar mengutamakan upaya pencegahan, terutama dengan menghentikan praktik pembakaran lahan.

 

“Yang pertama adalah menghentikan pembakaran lahan dengan cara dibakar. Yang kedua untuk menghindari membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan bekas pembakaran sampah atau api unggun tanpa dipastikan pemadaman total,” ujarnya.

 

Ia juga mengimbau warga membersihkan semak belukar dan daun kering di sekitar rumah, mendukung upaya pembasahan lahan, serta memastikan ketersediaan air di parit, sekat kanal, dan tempat penampungan air milik warga.

 

“Segera laporkan titik api atau asap sekecil apa pun yang terjadi di sekitar Bapak Ibu sekalian kepada petugas Masyarakat Peduli Api, kepada BPBD atau perangkat desa setempat,” pungkasnya.