Baznas Luncurkan Beasiswa Cendekia untuk 300 Mahasiswa di Timur Tengah
Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:45 WIB
Kairo, NU Online
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan Program Beasiswa Cendekia Timur Tengah 2026 di Capital Palace Mall, Kairo, Mesir, Selasa (27/10/2026). Program ini menyasar 300 mahasiswa baru penerima beasiswa di delapan negara Timur Tengah, dengan alokasi terbesar bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan, kuota beasiswa tahun ini difokuskan secara signifikan bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo.
"Tahun ini kami akan menambah 300 beasiswa di 8 negara Timur Tengah, tapi 70 persennya untuk anak-anak yang sekolah di Mesir," katanya.
Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI Idy Muzayyad mengatakan, mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Timur Tengah merupakan aset bangsa yang diharapkan kelak menjadi pemimpin dan agen perubahan.
"Kita sengaja memberikan beasiswa ini agar ingat pulang karena diberikan bantuan oleh para muzaki dari masyarakat di Indonesia, dan menjadi agen perubahan Indonesia," ujarnya.
Ia menambahkan, pada 2026 Beasiswa Cendekia Baznas diluncurkan untuk 300 mahasiswa penerima baru. Beasiswa tersebut diberikan selama dua tahun dengan total nilai Rp24 juta atau Rp1 juta per bulan.
"Jangan dilihat nilainya yang seolah hanya sedikit, satu juta satu bulan, tapi anggaplah itu dinilai dari keberkahannya," jelasnya.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Republik Arab Mesir Kuncoro Giri Waseso mengatakan, program tersebut merupakan wujud komitmen dan kepedulian Baznas terhadap pendidikan anak bangsa.
"Peluncuran Beasiswa Cendekia menjadi momentum yang sangat bagus. Apresiasi kepada Baznas," kata Kuncoro.
Ia berharap mahasiswa Al-Azhar, sebagai tempat menempa para pelajar yang mendalami studi Islam, dapat menjadi panutan dan membawa nilai-nilai moderasi ketika kembali ke Indonesia maupun berkiprah di negara lain.
"Saya berharap suatu saat ketika kembali ke Indonesia atau tempat lain, nilai-nilai moderasi akan terus dibawa," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Beasiswa Cendekia Baznas Al-Azhar Husain Azhari mengatakan, peluncuran program tersebut menjadi momen penting bagi mahasiswa Indonesia yang menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan di luar negeri.
"Bagi kami, beasiswa ini bukan sekadar bantuan atau penunjang pendidikan saja, tapi bentuk kepedulian terhadap masa depan mahasiswa Indonesia," katanya.