Nasional

Berikut Daftar Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026-2031 Beserta Bidangnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Berikut Daftar Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026-2031 Beserta Bidangnya

Logo NU. (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membagi tugas lima Wakil Rais Aam untuk periode 2026–2031 ke dalam sejumlah bidang strategis, mulai dari penjagaan Qanun Asasi dan marwah jam’iyah, penguatan organisasi, keagamaan, kaderisasi ulama, hingga dakwah digital. Pembagian ini dilakukan untuk memperjelas tanggung jawab dan memperkuat koordinasi di lingkungan Syuriyah PBNU.


Katib Aam PBNU Prof Muh Nuh menjelaskan bahwa pembagian tugas tersebut menjadi salah satu agenda kepengurusan. Setiap Wakil Rais Aam akan didukung oleh sejumlah Rais dan Katib yang bertugas membantu pelaksanaan program sesuai bidang masing-masing.


“Hari ini agendanya adalah pembagian tugas. Wakil Rais Aam pertama tugasnya apa saja, Wakil Rais Aam kedua tugasnya apa saja, sampai kelima apa saja. Masing-masing Wakil Rais Aam itu di-back up dengan Rais dan Katib. Siapa Raisnya? Siapa katibnya? yang ikut mem-backup di bidang itu,” ujarnya saat ditemui NU Online usai Rapat Gabungan Syuriah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (14/10/2026).


Prof Nuh menyampaikan pembagian tersebut dilakukan agar seluruh pekerjaan organisasi memiliki penanggung jawab yang jelas.


“Jadi, masing-masing sudah ada paketnya. Sehingga kita punya pekerjaan segini ini itu sudah dibagi bersama raisnya dan katibnya itu satu pembagian tugasnya,” katanya.


Berikut daftar lima Wakil Rais Aam PBNU periode 2026-2031 beserta pembagian bidang dan jajaran pendukungnya.


Bidang Qanun Asasi dan Marwah Jam’iyah


Bidang ini berfokus pada penjagaan Qanun Asasi, Khittah NU, marwah ulama, tata nilai jam’iyah, serta penyelesaian persoalan prinsipil organisasi. Bidang ini dipimpin Wakil Rais Aam PBNU 1 KH Nurul Huda Jazuli.


Pada Bidang Qanun Asasi, jajaran Rais terdiri atas KH Ubaidillah Faqih dan KH Ahmad Tajul Mafakhir. Sementara jajaran Katib terdiri atas KH Hasan Nuri Hidayatullah, KH Zuhrul Anam Hisyam, dan H Mohsen Alaydrus.


Adapun Bidang Marwah Jam’iyah diisi Rais KH Mudatsir Badruddin dan KH Ahmad Azaim Ibrohimy, sedangkan Katib meliputi KH Abdurrozaq Sholeh, KH Mujiburrohman Ma’mun, dan KH Mas Achmad Sa’dullah Abdul Alim.


Bidang Hukum, Organisasi, Kerja Sama, dan Peradaban

Bidang terdiri dari tiga hal, yakni hukum dan organisasi, kerja sama, serta pengembangan masyarakat dan peradaban. Bidang ini di bawah pimpinan Wakil Rais Aam PBNU 2 KH Anwar Iskandar.


Adapun bidang Hukum dan Organisasi digawangi Rais KH Machasin dan KH Muhammad Cholil Nafis, serta Katib KH Sarmidi Husna dan H Ikhsan Abdullah.


Sementara itu, pada Bidang Kerja Sama, jajaran Rais terdiri atas KH Zainal Abidin dan Prof M Asrorun Ni’am Sholeh, serta Katib H Kamaruddin Amin dan KH Taj Yasin Maimoen.


Bidang Pengembangan Masyarakat dan Peradaban diisi Rais KH Abdul Ghafur Maimoen, KH M Afifudin Dimyathi, dan Prof Nadirsyah Hosen. Jajaran Katib mencakup KH Ahmad Sudrajat dan KH Muhammad Adnan.


Bidang-bidang tersebut diarahkan untuk memperkuat struktur jam’iyah, mengoordinasikan dan mengonsolidasikan Syuriyah serta Tanfidziyah, mendorong regenerasi ulama, memperluas kerja sama nasional dan internasional, serta meningkatkan kontribusi NU dalam membangun peradaban dunia.


Bidang Keagamaan, Kepesantrenan, dan Isu Kontemporer

Wakil Rais Aam PBNU 3 KH Afifuddin Muhajir bertanggung jawab atas tiga bidang, yaitu Keagamaan, Kepesantrenan, dan Isu Kontemporer.


Bidang Keagamaan diemban Rais KH Aniq Muhammadun dan KH Abdul Moqsith Ghazali. Jajaran Katib terdiri atas KH Kholid Dawam Anwar, KH Mahbub Ma’afi Ramdlan, dan Ahmad Ubaidy Hasbillah.


Sementara Bidang Kepesantrenan diamanahi kepada KH Ahmad Sadid Jauhari, KH Abun Bunyamin, dan KH Imam Buchori Cholil dari rais, sedangkan dari katib terdiri atas KH Fahim Royani, KH Atok Romli Mustofha, dan KH Moh Abdullah Rifan Nashir.


Bidang Isu Kontemporer diemban Rais KH Nasaruddin Umar dan KH Zulfa Mustofa, serta Katib KH Abdullah Syamsul Arifin, KH Jejen Zarnuji, dan K Khairuddin Habzis.


Ketiga bidang tersebut berfokus pada istinbath hukum, Bahtsul Masail, pengembangan keilmuan turats, fatwa, penguatan fikih Ahlussunnah wal Jamaah, kepesantrenan, serta respons terhadap persoalan sosial-kemasyarakatan dan kemanusiaan kontemporer.


Bidang Kaderisasi Keulamaan dan Maslahah Ijtima’iyah

Fokus bidang ini mencakup penguatan kaderisasi, khususnya keulamaan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, bisnis halal, keluarga maslahah, dan berbagai persoalan kemaslahatan sosial lainnya. Wakil Rais Aam PBNU 4 KH Musthofa Aqiel Siroj bertanggung jawab dalam 


Bidang Kaderisasi Keulamaan diamanahkan kepada Rais KH Thontowi Djauhari Musaddad dan KH Sholahudin Al-Aiyub, sedang dari Katib terdiri atas Prof Idrus Alhamid, KH Salman Fuad Zain, dan KH M Syarif Chumas Asy-Syawali.


Sementara itu, Bidang Maslahah Ijtima’iyah yang bertanggung jawab atasnya adalah Rais KH Ali Maschan Moesa, KH Ubaidillah Ruhiyat, KH Abdul Wahid Zamas, dan KH Sayyid Muhammad Hilal Al Aidid, sedangkan dari Katib adalah KH Subhan Makmun dan KH Mujib Qulyubi dan KH Ahmad Fahrurrozi.


Bidang Aswaja dan Dakwah Digital

Bidang Ahlussunnah wal Jamaah dan dakwah digital ini dipimpin Wakil Rais Aam PBNU 5 KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha).


Rais yang bertanggung jawab dalam bidang Aswaja adalah KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Mahfudz Asirun, Habib Ibrahim Luthfi bin Ahmad Al-Attas, KH Moch. Chozien Adenan, dan KH Abdul Latif Malik. Sementara Katibnya adalah KH Muhammad Yusron Sidqi.


Sementara pada Bidang Dakwah Digital, jajaran Rais terdiri atas KH Abdurrahman Al-Kautsar dan KH Imam Jazuli. Jajaran Katib meliputi KH Reza Ahmad Zahid, H Ismail Cawidu, dan H Mohsen Alaydrus.


Kedua bidang tersebut diarahkan untuk memperkuat manhaj Aswaja an-Nahdliyah, moderasi beragama, literasi keagamaan, dan pengembangan pemikiran Islam. Selain itu, dakwah digital menjadi perhatian khusus, terutama untuk menjangkau generasi yang tumbuh dan beraktivitas di ruang digital.