Nasional

BNPB Catat 2.393 Hektare Lahan Terbakar di Papua, Karhutla Meluas di Sejumlah Wilayah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB

BNPB Catat 2.393 Hektare Lahan Terbakar di Papua, Karhutla Meluas di Sejumlah Wilayah

Tangkapan layar Plt Kepala Pusdatin Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan dalam Info Bencana Terkini, Rabu (28/10/2026).

Jakarta, NU Online

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Luas lahan terbakar di Papua mencapai 2.393 hektare, sedangkan di empat provinsi di Sumatra dan Kalimantan tercatat 359 hektare.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, mengatakan penanganan karhutla di Sumatra dan Kalimantan menjadi salah satu prioritas.

 

“Penanganan karhutla di Pulau Sumatra maupun Kalimantan sebagai prioritas kita selama ini, saat ini di empat provinsi terdapat 359 hektar,” katanya dalam pemaparan Info Bencana Terkini pada Rabu (28/10/2026) malam.

 

Ia merinci, luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah mencapai 10 hektare, Kalimantan Selatan 75 hektare, Kalimantan Barat 12 hektare, dan Sumatra Selatan 262 hektare.

 

“Data ini kami peroleh dari satelit, baru hari ini kami mendapati ada kejadian-kejadian kebakaran lagi di empat provinsi yang kami sampaikan ini,” ujarnya.

 

Untuk mendukung penanganan karhutla, BNPB menyiapkan sejumlah peralatan, meliputi selang pemadam, selang hisap, pompa jinjing, nosel, alat komunikasi, pompa punggung, sepatu pemadam, dan gebyok api.

 

Sementara itu, karhutla di Papua juga menjadi perhatian. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), luas lahan terbakar di wilayah tersebut mencapai 2.393 hektare.

 

“Pemantauan karhutla di wilayah Papua, kita mendapati ada 2.393 hektar lahan terbakar,” kata Berton.

 

Dalam 12 jam terakhir, BNPB menerima laporan 73 titik api di wilayah selatan maupun tengah Papua. Kebakaran masih terjadi di Kota Sorong dan Merauke.

 

Secara terperinci, Papua Barat Daya mencatat 2.131,4 hektare lahan terbakar, Papua Tengah 100,2 hektare, dan Papua Selatan 161,5 hektare.

 

Berdasarkan wilayah, kebakaran meliputi Raja Ampat seluas 1.505 hektare, Sorong Selatan 604,2 hektare, Nabire 100,2 hektare, Merauke 71,5 hektare, Mappi 70 hektare, Boven Digoel 20 hektare, Kota Sorong 17,2 hektare, serta tempat pemrosesan akhir (TPA) Makbon seluas 5 hektare.

 

Berton mengungkapkan, pemadaman di sejumlah wilayah Papua menghadapi kendala karena lokasi kebakaran sulit dijangkau.

 

“Di ketiga provinsi ini akan mendapatkan kendala yang sulit juga untuk dijangkau sehingga pemadaman di sana juga relatif mengalami kesulitan karena memang wilayah ada yang terlalu jauh untuk kita jangkau,” katanya.

 

Selain di Papua, kebakaran juga terjadi di Toraja Utara dan Kota Malang. Di Toraja Utara, api membakar lahan seluas 7 hektare, termasuk kawasan kuburan batu di Lembang Rangkri dan Lembang Ratte. Namun, kebakaran di kedua wilayah tersebut telah berhasil dipadamkan.

 

Sementara itu, kebakaran di TPA Supit Urang, Kota Malang, yang terjadi sejak 22 Oktober, telah membakar lahan seluas lebih dari 15 hektare.

 

“Untuk kebakaran TPA yang terjadi di TPA Supit Urang di Kota Malang, ini terjadi sejak tanggal 22 Oktober dan ini sudah lahan yang terbakar sebesar 15 hektar lebih dan kami tetap menyampaikan agar pemerintah daerah cepat segera untuk melakukan pemadaman lahan terbakar yang ada di TPA,” pungkas Berton.