Nasional

Evakuasi KMP Virgo Transport 8: 28 Meninggal Dunia, 107 Masih Dicari

Kamis, 24 September 2026 | 12:20 WIB

Evakuasi KMP Virgo Transport 8: 28 Meninggal Dunia, 107 Masih Dicari

Evakuasi korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada Rabu (23/9/2026). (Basarnas)

Jakarta, NU Online

Operasi pencarian dan evakuasi korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 memasuki hari ke-11. Hingga Rabu (23/9/2026) pukul 21.00 WIB, tim SAR gabungan telah menemukan 136 korban dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes.

 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 korban ditemukan dalam kondisi selamat, 28 orang meninggal dunia, sedangkan 107 korban lainnya masih dalam pencarian.

 

Kepala Kantor SAR Banjarmasin selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan tim berhasil mengevakuasi sembilan korban pada hari ke-11. Satu korban lainnya yang sebelumnya ditemukan di Kalimantan Tengah juga baru diperbarui dalam data pencarian pada hari ini.

 

“Berhasil kita evakuasi sembilan korban. Satu korban yang tadi sudah dievakuasi dari Kalimantan Tengah yang kemarin (Selasa, 22 September 2026) ditemukan. Baru kami masukkan penemuan atau update,” katanya dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari kesepuluh kecelakaan KMP Virgo Transport 8 yang digelar secara daring pada Rabu (23/9/2026) malam.

 

I Putu menyampaikan, korban yang baru dievakuasi langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin pada Kamis pagi.

 

“Jadi, per hari ini ya jumlah korban yang ditemukan sebanyak 10 termasuk yang dari Palangka Raya yang satu orang kemarin dievakuasi baru masuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Jadi hari ini update jumlah korban yang bisa terevakuasi itu menambah 10 korban ya,” katanya.

 

Ia mengungkapkan bahwa operasi pencarian masih menghadapi kendala cuaca. Perubahan arus laut menjadi tantangan utama karena memengaruhi waktu aman bagi penyelam untuk bekerja.

 

“Kendala cuaca di mana arus laut yang berubah setiap saat. Jadi ada jeda-jeda waktu. Nah, jeda waktu itulah yang dimanfaatkan oleh tim penyelam gabungan untuk melaksanakan proses evakuasi,” ujarnya.

 

I Putu menyampaikan bahwa tim juga menghadapi risiko tinggi ketika melakukan pencarian di bagian bawah kapal, terutama pada area muatan yang terdapat kendaraan.

 

“Secara safety itu sangat berisiko bagi para penyelam. Untuk daerah-daerah yang memang berada di bawah kapal, itu sangat sangat berisiko tinggi dan fatal bagi penyelam, kami akan rekomendasikan apabila daerah itu atau kompartemen itu bisa dicapai dengan cara yang safety untuk penyelamnya,” tuturnya.