NU Care-LAZISNU Perkuat Pemberdayaan Petani dan Peternak di Bogor Jabar
Kamis, 7 Mei 2026 | 08:30 WIB
Bogor, NU Online
NU Care-LAZISNU terus memperkuat kolaborasi dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui program pertanian dan peternakan. Salah satunya lewat kolaborasi bersama Tokio Marine Life Insurance Indonesia program diadakan di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat (1/5/2026). Program tersebut dijalankan bersama Gerakan Pemuda Ansor PAC Sukamakmur sebagai bagian dari pilar NU Care Berdaya dan NU Care Hijau.
Kegiatan yang dilakukan meliputi penanaman pohon produktif berupa singkong di Desa Wargajaya serta penyerahan modal usaha peternakan ayam petelur bagi pelaku UMKM di Desa Cibadak. Program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Manajer Fundraising dan Humas NU Care-LAZISNU Wahyu Nurhadi menjelaskan bahwa kerja sama NU Care-LAZISNU dan Tokio Marine Life Insurance Indonesia telah berjalan selama satu tahun dengan berbagai program sosial dan pemberdayaan.
“Kerja sama NU Care-LAZISNU dan Tokio Marine Life Indonesia sudah berjalan 1 tahun. Kerja samanya berupa penanaman pohon produktif, pendidikan berupa beasiswa santri dan mahasiswa, literasi keuangan syariah, santunan, dakwah melalui pembangunan pesantren dan masjid, hingga pemberdayaan UMKM seperti pendampingan dan sertifikasi halal, peternakan, serta pertanian. Tahun pertama ini menyasar sekitar 2.200 penerima manfaat di Banten, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Jakarta, dan Bali,” ujarnya dalam rilis yang diterima NU Online, Kamis (7/5/2026)
Ia menambahkan bahwa kolaborasi tersebut sejalan dengan program NU Care Cerdas, NU Care Hijau, NU Care Damai, dan NU Care Berdaya. Ke depan, kerja sama diharapkan dapat berkembang ke bidang kesehatan melalui program NU Care Sehat.
“Kami memiliki kesamaan visi. Selain menerima zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat, NU Care-LAZISNU juga menerima dana kemanusiaan dari corporate untuk memperluas manfaat kepada masyarakat,” tambah Wahyu.
Ketua PAC GP Ansor Sukamakmur, Anugrah Romadhon, mengatakan bahwa mayoritas masyarakat di wilayah tersebut bekerja sebagai petani dan peternak, namun masih menghadapi keterbatasan modal usaha dan akses lahan.
“Di sini banyak petani yang kekurangan modal untuk menyewa lahan dan membeli bibit. Salah satunya Daden dan Palah. Mereka punya keahlian bertani tetapi tidak punya lahan. Dana dari Tokio Marine digunakan untuk menyewa tanah seluas 1 hektar, membeli bibit singkong, dan memberdayakan petani lain untuk menggarap lahan tersebut,” katanya.
Dalam bidang peternakan, bantuan juga digunakan untuk membeli ayam petelur bagi masyarakat penerima manfaat.
“Bantuan dari LAZISNU dan Tokio Marine ini kami gunakan untuk membeli ayam petelur bagi masyarakat penerima manfaat. Karena keterbatasan dana, kandangnya masih menumpang di peternakan lokal,” ujarnya.
Salah satu penerima manfaat, Daden, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
“Terima kasih NU Care-LAZISNU dan Tokio Marine. Bantuan ini akan saya kelola dengan baik dan manfaatnya juga akan dirasakan oleh masyarakat di sini,” tutup Daden.