Nasional

PBNU Akan Perkuat Jejaring Global dan Rangkul Diaspora di Berbagai Negara

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:00 WIB

PBNU Akan Perkuat Jejaring Global dan Rangkul Diaspora di Berbagai Negara

Rais Syuriyah PBNU Prof Nadirsyah Hosen. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan memperkuat jejaring internasional dengan melibatkan diaspora NU di berbagai negara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya NU untuk berpartisipasi di kancah global sekaligus mendorong kaderisasi ulama.

 

Rencana upaya tersebut sebagaimana diungkapkan Prof Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) selaku Rais Syuriyah bidang Pengembangan Masyarakat dan Peradaban. Gus Nadir menyebut akan melanjutkan program yang sudah berjalan di periode sebelumnya seperti Religion of Twenty (R20).

 

"Jika sebelumnya kerja sama banyak dibangun bersama para pemuka agama, ke depan kami ingin memperluas jejaring dengan kelompok dan institusi di Barat maupun Timur," kata Gus Nadir saat ditemui NU Online di Hotel Trans Hotel Jakarta, Jumat (23/10/2026).

 

Gus Nadir menjelaskan rencana ini disiapkan untuk menggalang dukungan kelompok yang memiliki konsentrasi terhadap pengembangan Ahlussunnah wal Jamaah. Dalam hal ini, PBNU berencana akan menggerakkan seluruh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

 

"Jadi kita juga ingin bagaimana nanti PCI-PCI NU itu digerakkan, kita manfaatkan lagi," ujar Gus Nadir.

 

Upaya lain yang akan digarap bidang ini adalah kaderisasi ulama melalui program beasiswa. Menurutnya, NU perlu mempersiapkan kader-kader yang berkapasitas dan mampu berkiprah dalam skala mondial.

 

Upaya tersebut, lanjutnya, perlu berjalan beriringan dengan penguatan diaspora NU. Ia menilai, sejauh ini belum tampak upaya untuk melibatkan mereka secara optimal.

 

"Jadi para tokoh-tokoh, para profesor kita yang ada di Jerman, di Jepang dan di negara lainnya kita ingin rangkul semua," ujar akademisi yang berkiprah di Monash University itu.

 

Lebih lanjut, para diaspora NU yang tersebar di berbagai dunia dengan latar belakang yang beragam akan diajak untuk melakukan roadshow ke berbagai pesantren. Harapannya, upaya ini akan menguatkan motivasi santri dalam belajar sekaligus membuka wawasan global.

 

"Mereka nanti akan kita gilirkan, gantian ke pondok-pondok. Dan mereka mau itu, sudah saya hubungi," tegasnya.