Nasional

PBNU Dorong Penguatan Ekonomi Warga melalui Usaha Berskala Besar

Ahad, 25 Oktober 2026 | 21:00 WIB

PBNU Dorong Penguatan Ekonomi Warga melalui Usaha Berskala Besar

Ketua PBNU Bidang Ekonomi, KH Hasib Wahab Chasbulla usai Pelantikan Kepengurusan PBNU di Pondok Pesantren Al-Hamid, Jakarta, Sabtu (24/10/2026). (NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Ekonomi, KH Hasib Wahab Chasbulla, mendorong NU memperkuat pemberdayaan ekonomi warga melalui pengembangan usaha berskala besar yang berkelanjutan.

 

Menurutnya, besarnya basis organisasi NU perlu diimbangi dengan kekuatan usaha ekonomi yang mampu menjangkau pasar nasional hingga internasional.

 

Kiai Hasib menilai, meskipun NU memiliki basis organisasi yang besar, usaha ekonomi yang dikembangkan selama ini masih relatif kecil. Karena itu, penguatan ekonomi warga perlu menjadi salah satu prioritas program kepengurusan ke depan.

 

“Di sini, saya mengusulkan agar NU fokus memberdayakan ekonomi warga. NU itu besar, tetapi usaha-usaha ekonominya masih kecil,” ujarnya kepada NU Online seusai pelantikan kepengurusan PBNU di Pondok Pesantren Al-Hamid, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).

 

Ia mengatakan, NU perlu mulai mengembangkan usaha berskala besar, seperti pabrik atau sektor usaha lain yang dapat menjangkau pasar nasional dan internasional. Langkah tersebut dinilai penting agar pemberdayaan ekonomi tidak berhenti pada program sesaat, tetapi berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

 

“Oleh karena itu, ke depan NU harus memiliki usaha besar, seperti pabrik atau bidang usaha lain yang berskala nasional dan internasional. Inilah yang dibutuhkan warga dalam bidang ekonomi. Usaha ekonomi tidak bisa dijalankan hanya sesaat atau berhenti ketika terjadi pergantian pengurus. Programnya harus dituntaskan,” katanya.

 

Menurut Kiai Hasib, upaya memperkuat ekonomi warga membutuhkan kebersamaan dan kekompakan seluruh pengurus. Dukungan dari pengurus yang memiliki keahlian sesuai bidangnya juga diperlukan agar program yang dirancang dapat terlaksana dengan baik.

 

Ia menilai, NU telah memiliki modal kuat di sejumlah bidang. Di sektor pendidikan, misalnya, NU didukung keberadaan madrasah dan pesantren. Sementara itu, kegiatan dakwah telah berjalan melalui pengajian di berbagai desa.

 

“Dalam diskusi kami, program di bidang pendidikan sudah berjalan, madrasah dan pesantren juga sudah banyak. Dakwah pun telah berlangsung melalui pengajian di desa-desa. Karena itu, bidang ekonomi perlu lebih digencarkan,” tuturnya.