Pencarian Korban Terkendala, Basarnas Dorong Pengangkatan KMP Virgo Transport 8 Dipercepat
Sabtu, 26 September 2026 | 07:00 WIB
Konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan KM Virgo Transport 8 secara daring, Jumat (25/9/2026) malam. (Basarnas)
Jakarta, NU Online
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mendorong proses pengangkatan atau salvage KMP Virgo Transport 8 yang tenggelam di Perairan Laut Jawa segera dilakukan. Langkah tersebut dinilai dapat memudahkan tim SAR gabungan menjangkau bagian kapal yang masih sulit diakses untuk mencari dan mengevakuasi korban.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan posisi kapal yang miring dan tidak stabil menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian. Sejumlah bagian kapal tidak dapat dimasuki penyelam karena berisiko terhadap keselamatan personel.
“Jadi terkait operasi pengangkatan kapal itu, kami dari Basarnas mendorong, ayo dipercepat, dipercepat ini. Karena begitu itu dilaksanakan, kami dari Basarnas lebih mudah untuk proses evakuasinya, karena sudah diangkat, dibalikkan,” ujarnya dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-13 kecelakaan KMP Virgo Transport 8 yang digelar secara daring pada Jumat (25/9/2026) malam.
“Jadi, seperti kapal biasa, kita bisa mencari di semua ruangan. Nah, ini tinggal ayo dipercepat ini,” lanjut I Putu.
Menurutnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Distrik Navigasi turut mendukung percepatan proses tersebut. Namun, pelaksanaan salvage bukan menjadi tanggung jawab Basarnas, melainkan pihak perusahaan dan asuransi.
“Bukan kami yang melaksanakan. Tapi kami mendorong bila perlu dipercepat ya,” katanya.
I Putu menjelaskan kondisi badan kapal yang miring membuat penyelam tidak dapat mengakses seluruh bagian kapal. Ia menambahkan, pemaksaan penyelaman tanpa memperhitungkan kondisi kapal justru dapat membahayakan keselamatan personel.
“Karena kondisinya sekarang tidak stabil kapalnya sehingga berisiko untuk penyelaman,” ujarnya.
I Putu mengatakan seluruh kegiatan operasi SAR harus berdasarkan asesmen keselamatan, baik untuk unsur penyelam, udara, laut, maupun darat.
“Semua kegiatan yang kami laksanakan harus berdasarkan assessment terkait safety, harus semuanya safety. Kegiatan penyelaman, kegiatan-kegiatan di kegiatan unsur udara, unsur laut maupun unsur darat semuanya harus safety,” katanya.
Hingga Jumat (25/9/2026) pukul 20.00 WIB, Basarnas berhasil mengevakuasi 161 korban, terdiri atas 108 orang selamat dan 53 orang meninggal dunia. Sebanyak 82 korban lainnya masih dalam pencarian.
KMP Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026). Kapal dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Ahad (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.