Nasional

Pengurus Kenakan Syal, PBNU Tegaskan Komitmen Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 1 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Pengurus Kenakan Syal, PBNU Tegaskan Komitmen Dukung Kemerdekaan Palestina

Para pengurus PBNU 2026-2031 saat pengumuman kepengurusan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026). (NU Online/Suwitno)

Jakarta, NU Online

Penggunaan syal Palestina dalam momentum pengumuman struktur kepengurusan menegaskan komitmen PBNU untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

 

Hal itu diungkapkan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) saat ditemui wartawan usai pengumuman kepengurusan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

 

“Ini sebetulnya memang isu yang sudah sangat lama. Sejak 1938-39, zaman Kiai Hasyim Asy'ari sebagai muassis NU, dulu sudah menyuarakan kemerdekaan Palestina. Nah, kita lanjutkan lagi,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, Rais Syuriah PBNU Muhammad Cholil Nafis menjelaskan bahwa penggunaan simbol Palestina tersebut berkaitan dengan keteladanan perjuangan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari.

 

“Beliau (Mbah Hasyim) sedari dulu di dalam kitabnya menyebutkan tentang orang yang berjuang di dalam internal Palestina untuk kemerdekaan mereka, mereka mati syahid,” kata Kiai Cholil.

 

Dukungan terhadap Palestina, kata dia, tidak hanya dilakukan dengan memberikan bantuan kemanusiaan, tetapi juga menyuarakan kemerdekaan Palestina.

 

“Di situlah komitmen kita, NU, ke pengurusan yang periode ini berkomitmen mendukung kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Musthofa Aqil Siroj mengingatkan pengurus masa khidmat 2026–2031 agar terus mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kedaulatan.

 

“Tidak boleh sekecil apa pun kita lupa pada perjuangan untuk kedaulatan rakyat Palestina,” kata Kiai Musthofa dalam pesannya.

 

Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, itu menyebut genosida di Palestina sebagai persoalan yang harus menjadi perhatian dalam perjuangan NU.

 

“Yang paling mengkhawatirkan adalah bagaimana kita mempunyai hal yang mengerikan, adalah genosida dari kaum Zionis Israel,” ungkapnya.