Program AI Teaching Power Jangkau 58 Ribu Peserta, Perkuat Transformasi AI di Pesantren
Jumat, 3 Juli 2026 | 12:30 WIB
kegiatan AI Teaching Power Impact Forum di Kantor Microsoft, Jakarta, Senin (29/6/2026). (Foto: dok Microsoft - NU Care Global)
Jakarta, NU Online
Program AI Teaching Power yang diinisiasi Microsoft Elevate bersama NUCare Global by LAZISNU, dengan dukungan Kementerian Agama RI, Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, serta Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), mencatat capaian signifikan dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pesantren.
Sejak dilaksanakan pada November 2025 hingga Juni 2026, program tersebut telah menjangkau 58.968 peserta dari 38 provinsi di Indonesia.
Peserta program terdiri atas tenaga pendidik dan santri yang mewakili 12.418 institusi pendidikan. Selama pelaksanaan program, tercatat 92.052 sertifikat telah diterbitkan. Partisipasi perempuan mencapai 52 persen, mencerminkan tingginya antusiasme dalam meningkatkan literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sekaligus beradaptasi dengan transformasi pendidikan digital.
Pada kegiatan AI Teaching Power Impact Forum di Kantor Microsoft, Jakarta, Senin (29/6/2026), salah satu penerima penghargaan Teacher of the Batch, Januarianto Syahputra dari Pondok Pesantren Al-Muhajirin Koba, Bangka Belitung, mengatakan pendidik memiliki tanggung jawab untuk terus berkembang seiring kemajuan teknologi agar mampu membimbing santri menghadapi tantangan masa depan.
"Sebagai guru, kita juga harus terus mengikuti perkembangan zaman. Melalui pelatihan AI Teaching Power, kami mulai mengenalkan AI kepada para santri sebagai bekal menghadapi masa depan, tentunya dengan tetap mengedepankan nilai, etika, dan penggunaan yang bertanggung jawab," ujarnya.
Gerakan Pesantren Cakap AI
Program Lead AI Teaching Power, Meka Shafa, menjelaskan bahwa sebagai bentuk akselerasi program, NUCare Global bersama RMI NU membentuk Gerakan Pesantren Cakap AI pada Januari 2026. Gerakan kolaboratif tersebut bertujuan mempercepat adopsi AI di lingkungan pesantren.
Melalui gerakan ini, para guru, ustaz, ustazah, dan pengelola pesantren didorong tidak hanya mengenal teknologi AI, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara etis, kritis, dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran maupun tata kelola pendidikan.
"Gerakan ini kami bangun agar transformasi AI di pesantren tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi menjadi budaya belajar yang terus berkembang dan saling menginspirasi antar-pesantren," ujarnya.
Luncurkan buku digital
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, NUCare Global bersama Microsoft Elevate juga meluncurkan buku digital berjudul Prompt AI untuk Guru Pesantren.
Buku tersebut disusun sebagai panduan praktis bagi guru, ustaz, ustazah, serta pendidik di pesantren dan madrasah untuk mengenal sekaligus memanfaatkan AI dalam proses pembelajaran.
Materinya mencakup pengenalan AI, pemanfaatan Microsoft Copilot dan Learning Accelerators, dasar-dasar menyusun prompt yang efektif, hingga puluhan contoh prompt siap pakai yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di lingkungan pesantren.
Selain panduan teknis, buku tersebut juga memuat praktik baik, kisah inspiratif para guru, serta berbagai pembelajaran selama pelaksanaan AI Teaching Power dan Gerakan Pesantren Cakap AI. Melalui pengalaman tersebut, pembaca diajak memandang AI sebagai alat bantu yang memperkuat peran pendidik tanpa mengesampingkan nilai, etika, dan karakter yang menjadi fondasi pendidikan pesantren.
"Kami berharap buku ini menjadi warisan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan lebih banyak guru dan pesantren. Dengan demikian, dampak AI Teaching Power dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak komunitas pendidikan, bahkan setelah program ini berakhir," kata Meka.