TNI-Polri Halangi Massa Aksi Indonesia Sadar Masuki Area Bunderan HI, Siapkan Gas Air Mata
Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:15 WIB
Suasana Massa Aksi Indonesia Sadar di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026).
Jakarta, NU Online
TNI-Polri menghalangi Massa Aksi Indonesia Sadar yang hendak melakukan demonstrasi di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Massa langsung dihadapkan oleh TNI-Polri di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Pusat, pada Rabu (28/10/2026) pukul 14.00 WIB.
Massa aksi tidak datang secara bergerombol. Mulanya terdapat 5-7 orang yang datang membawa bendera Serikat Tahanan Politik Indonesia. Tak lama berselang, Wakil BEM UI Fathimah Azzahra datang bersama 15-20 mahasiswa yang saling berangkulan tangan.
Gelombang selanjutnya datang dengan jumlah yang lebih banyak. Mereka membawa bendera Front Mahasiswa Nasional (FMN). Nampak, para mahasiswa tidak memakai almamater kampus masing-masing.
"Hari ini, kita kumpul di sini karena kita marah atas kondisi Indonesia saat ini, akan bangsa kita ini, ntah bagaimana mereka memimpin, kawan-kawan kita semua. Kita menyadarkan semuanya, makanya kita berkumpul disini," kata salah satu koordinator berbendera FMN.
Sebelumnya, NU Online sempat dihalangi untuk memasuki area Bundaran HI, tepatnya di depan Halte Tosari. Aparat menanyakan keperluan NU Online masuk ke area tersebut.
"Mohon maaf, Pak. Area ini harus steril," kata seorang polisi sambil melihat id card Jurnalis NU Online.
"Saya ingin liput aksi," katanya sambil melanjutkan perjalanan.
Setelah meliput dua posko massa aksi yang menyediakan konsumsi. Jurnalis NU Online bersama dengan sejumlah aparat kepolisian yang membawa dua senjata gas air mata.
"Itu gas air mata, Pak?," tanya jurnalis NU Online sambil menyeberang di antara Halte Tosari untuk menemui massa aksi yang dihalangi di Jalan Jenderal Sudirman.
"Iya, kalau senjata beneran bahaya soalnya," jawab polisi tersebut.
Berikut lima tuntutan Indonesia Sadar.
- Status Bencana Nasional, Adili Korporasi, Tetapkan yang Bertanggung Jawab, dan Tuntaskan Integrasi Tata Kelola Lahan;
- Wujudkan APBN untuk Kepentingan Rakyat dan Hentikan Pemborosan untuk Kepentingan Politik Berkedok Program Populis seperti MBG dan KDMP;
- Turunkan Biaya Pendidikan, Berikan Akses Layanan Dasar yang Merata, dan Sediakan Lapangan Pekerjaan yang Berkualitas;
- Stop Penggunaan Hukum untuk Penyalahgunaan Kekuasaan dan Berantas KKN; dan
- Kembalikan Kebebasan Bersuara, Adili Pelanggar HAM, dan Hentikan Militerisasi Ruang Sipil.
Pantauan NU Online, massa aksi masih memadati Jalan Jenderal Sudirman. Akibat kalah jumlah, massa aksi yang mencoba menerobos masih belum berhasil menembus barikade TNI-Polri tersebut.