Nasional

Waspada Cuaca Ekstrem Awal Ramadhan, BMKG: Hujan Lebat hingga Angin Kencang pada 19-20 Februari 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:00 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem Awal Ramadhan, BMKG: Hujan Lebat hingga Angin Kencang pada 19-20 Februari 2026

Ilustrasi cuaca ekstrem. (Foto: NU Online/Freepik)

Jakarta, NU Online

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prediksi cuaca ekstrem awal Ramadhan 1447 H. Menurut BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi dilanda cuaca ekstrem pada Kamis–Jumat, 19–20 Februari 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang diperkirakan terjadi di sejumlah provinsi, terutama di kawasan Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Papua.


Pada Kamis, 19 Februari 2026, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.


Potensi angin kencang pada hari yang sama terpantau di Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, serta Nusa Tenggara Timur.


Sementara itu, pada Jumat, 20 Februari 2026, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di Bengkulu, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua Selatan, dan Papua Tengah.


Adapun potensi angin kencang pada 20 Februari berpeluang terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Selatan.


Berikut selengkapnya prediksi cuaca ekstrem Kamis–Jumat, 19–20 Februari 2026 dikutip dari laman BMKG.


Kamis, 19 Februari 2026

Hujan Sedang–Lebat

Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah.


Hujan Lebat–Sangat Lebat:

DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah.


Angin Kencang:

Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur.


Jumat, 20 Februari 2026

Hujan Sedang–Lebat (meluas di sejumlah wilayah):

Aceh, Bali, Banten, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara.
 

Hujan Lebat–Sangat Lebat:

Bengkulu, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua Selatan, Papua Tengah.
 

Angin Kencang:

Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur.
 

Adanya potensi cuaca ekstrem tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, genangan, dan pohon tumbang akibat hujan lebat serta angin kencang.


Doa saat terjadi angin kencang

Dalam setiap situasi umat Islam dianjurkan untuk mendekatkan diri dan berdoa kepada Allah Swt. Penulis konten keislaman, Ahmad Rosyidi dalam tulisannya berjudul Doa Ketika Angin Besar mengutip riwayat hadits saat Rasulullah saw dihadapkan dengan peristiwa alam tersebut.


Rosyidi menuliskan bahwa angin merupakan makhluk Allah Swt yang disebabkan oleh udara yang dingin secara signifikan akibat hujan. Setelah mencapai permukaan tanah, menyebar ke segala arah memproduksi angin kencang.


Angin terbagi menjadi dua, angin kencang kering yakni angin yang dikaitkan dengan badai dengan hujan sangat sedikit. Sementara angin kencang basah terjadi oleh badai dengan jumlah curah hujan yang tinggi.


Terkadang ngin yang kencang membawa bencana. Rosyidi mengutip doa yang diajarkan Rasulullah Saw ketika menghadapi angin kencang berdasarkan riwayat dalam kitab Al-Adzkar An-Nawawi.


Berikut doanya.


اَللّهُمَّ  لَقْحًا وَلَا عَقَمًا


Allâhumma laqhan walâ 'aqaman


Artinya: "Ya Allah, jadikanlah ini sebagai angin ini membawa air (turun hujan) dan tidak membawa malapetaka"