Innalillahi, Mustasyar PBNU TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin Wafat
Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:00 WIB
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Tuan Guru Haji (TGH) Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin wafat di ruang ICU RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (15/10/2026), pukul 13.37 WITA. (Foto: NU Online/Suwitno).
Jakarta, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026-2031 Tuan Guru Haji (TGH) Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin wafat di ruang ICU RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (15/10/2026), pukul 13.37 WITA.
Almarhum merupakan pengasuh Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Lombok Tengah, NTB. Selain berkiprah dalam pendidikan pesantren, almarhum juga mengemban amanah sebagai Mustasyar PBNU dan Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB.
Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi PWNU NTB, @pwnu_ntb_official.
Baca Juga
Tuan Guru Turmudzi, Nusa Tenggara Barat
“Innalillahi wainnailaihi raaji'un. Semoga guru kita tercinta husnul khatimah. Beliau selalu menjadi penyejuk, pembimbing, dan pemimpin luar biasa untuk jam'iyyah dan jamaah,” tulis akun tersebut.
Baca Juga
Tuan Guru Turmudzi Uji Kewalian Gus Dur
“Hati ini terasa sesak mendengar kabar ini. Yaa Allah Yaa Rahman, tempatkanlah guru kami tercinta di sisi terbaik-Mu,” sambung ucapan duka tersebut.
Biografi TGH Lalu Muhammad Turmudzi
Melansir artikel NU Online Tuan Guru Tumudzi, Nusa Tenggara Barat, Almarhum merupakan mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Qamarul Huda di Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah, NTB.
Almarhum lahir pada 1 April 1936 dari keluarga Perwangse atau bangsawan suku Sasak. Gelar “Lalu” yang disematkan di depan namanya menunjukkan latar belakang kebangsawanannya.
Ayahnya, Tuan Guru Haji Lalu (TGHL) Badarudin, merupakan ulama berpengaruh yang merintis pengembangan pesantren melalui kegiatan mengajar di langgar atau musala di rumahnya.
"Dari langgar kecil itu kemudian jadi pesantren, madrasah dan perguruan tinggi di NTB," tulis NU Online pada Rabu (5/8/2015).
TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin memperoleh pendidikan agama pertama dari orang tuanya. Pada 1944, ia menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat, kemudian melanjutkan pendidikan ke Madrasah Mu'allimin Darul Qur'an di Bengkel, Lombok, yang diasuh TGH Soleh Chambali pada 1948-1952.
Setelah itu, ia berangkat ke Makkah dan menetap selama sekitar 10 tahun. Pada 1962, ia kembali ke Tanah Air dan mulai merintis pendirian Madrasah Diniyah dan Madrasah Ibtidaiyah Qamarul Huda. Setahun kemudian, pada 1963, ia mendirikan Pondok Pesantren Qamarul Huda.
Pengembangan lembaga pendidikan tersebut berlanjut dengan pendirian Madrasah Tsanawiyah pada 1968 dan Madrasah Aliyah pada 1984.
Pada 1999, PBNU menyelenggarakan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Qamarul Huda. Dalam forum tersebut, muncul gagasan untuk mendirikan perguruan tinggi di lingkungan pesantren.
Atas inisiatif Ketua Umum PBNU saat itu, KH Abdurrahman Wahid, Pondok Pesantren Qamarul Huda bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Ibrahimy, Jawa Timur. Kerja sama tersebut kemudian melahirkan STAI Ibrahimy di lingkungan pesantren pada 1999.