Kudus, NU Online
Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kudus selalu berupaya meningkatkan kualitas sumber manusia (SDM) guru-guru di lingkungan NU. Peningkatan SDM ini akan berbentuk pelatihan-pelatihan guru dan mendorong para guru memenuhi standar kompetensinya.
Demikian disampaikan Pelaksana Tugas LP Ma’arif Kudus Didik Hartoko dalam perbincangan dengan NU Online terkait program pendidikan NU pada tahun 2012 ke depan (5/1).
<>
Menurut Didik, seorang guru harus memenuhi empat kompetensi sebagai syarat menjadi tenaga didik yang profesional. Pertama, guru memahami ilmu mengajar (pedagogis). Kedua profesional dalam arti pintar dan memahami tugas-tugasnya.
“Ketiga, seorang guru juga harus memiliki kepribadian yang baik atau akhlakul karimah dan yang terakhir guru memiliki sikap sosial,” tandasnya.
Selain itu, seorang guru harus mampu merencanakan program pelajaran (RPP), melaksanakan mengajar, membuat evaluasi dan menganalisa hasilnya.
“Ini tugas pokok seorang guru setiap mengajar kepada anak didiknya,” jelasnya lagi.
Ditengah tuntutan mewujudkan pendidikan berkarakter, tambahnya, para pendidik harus memahami ranah tujuan yang dicapai terhadap anak didiknya yakni kognitif, afektif dan psikomotorik.
“Guru-guru NU harus tahu ilmu pendidikan sehingga mampu mewujudkan pendidikan berkarakter,” harapnya.
Ketika ditanya hasil program Ma’arif yang sudah dicapai, Didik Hartoko mengakui sudah berjalan sesuai harapan. “Tahun kemarin sudah berjalan baik, kita tinggal meneruskan dan meningkatkan saja,” katanya.
Dalam waktu dekat, LP Ma'arif Kudus akan menggelar Pekan Olah Raga dan Seni Maarif (Porsema) dan Sains serta ke-NU-an tingkat kabupaten. Dijelaskan Didik, pelaksanaan Porsema yang semula direncanakan tanggal 10 Januari diundur 21-22 Januari mendatang.
"Kegiatan ini diikuti tingkat MI, Mts/SMP/ MA/SMA/SMK di lingkungan Maarif Kudus," pungkasnya.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Qomarul Adib