Jakarta, NU Online
Atas usahanya dalam memperjuangkan kebebasan berekspresi, persamaan hak, semangat keragaman dan demokrasi di Indonesia Gus Dur diberi penghargaan Tasrif Award oleh Aliansi Juanlis Independen (AJI) di Jakarta, Kamis.
Tasrif Award adalah sebuah penghargaan bagi non-jurnalis yang berjuang bagi individu, kelompok atau organisasi di luar media yang memperjuangkan kebebasan berekspresi dan mendukung peran media sebagai lembaga kontrol sosial. AJI telah memberikan Tasrif Award kepada Gus Dur dan Ketua Yayasan Jurnal Perempuan Gadis Arivia sebagai pejuang kebebasan pers tahun 2006.
<>Pemimpin Redaksi Jakarta Post Endy Bayuni, mewakili dewan juri lainnya yakni budayawan Butet Kertaradjasa dan ketua Komisi Nasional Perempuan Kamala Chandra Kirana, mengatakan penilaian terhadap Gus Dur dan Gadis untuk berhak menerima Tasrif Award bukan hanya pada perjuangan mereka menentang RUU APP tetapi konsistensi mereka pada perjuangan berekspresi dan kebebasan pers.
"Kami menetapkan Gus Dur dan Gadis Arivia sebagai pemenang karena kagum atas semangat, visi dan komitmen yang mereka berikan dalam memperjuangkan kebebasan berekspresi, persamaan hak, semangat keragaman dan demokrasi di Indonesia," kata Endy Bayuni.
Seperti tahun lalu, berarti dua tahun berturut-turut, Dewan Juri dan AJI pada tahun 2006 ini tidak memberikan Udin Award. Udin Award adalah penghargaan yang diberikan kepada jurnalis yang konsisten memperjuangkan kebebasan pers meskipun menghadapi berbagai macam tantangan, ancaman hingga kekerasan.
Pengumuman pemberian penghargaan Tasrif dan Udin Award ini diberikan berkaitan dengan peringatah HUT AJI ke-12 yang jatuh setiap tanggal 9 Agustus.
AJI lahir sebagai bentuk perlawanan atas tindakan otoriter dan sewenang-wenang pemerintahan Orde Baru dipimpin Soeharto pada kebebasan pers di Indonesia. Soeharto pada Agustus 1994 membredel tiga media massa yakni majalah Tempo dan Editor serta Tabloid Detik. (mkf)