Jakarta, NU Online
Di tengah-tengah pelaksanaan Pekan Konstitusi UUD 1945, Amandemen dan Masa Depan Bangsa, Internasional Conference of Islamic Scholars (ICIS) memperingati hari lahir NU ke 86, di kantor ICIS Jalan Dempo No. 5 Matraman Jakarta Pusat.
Peringatan harlah NU tersebut diawali dengan tausiyah oleh KH Hasyim Muzadi dan dilanjutkan dengan khotmil qur’an dan tawasulan, juga dihadiri oleh warga di lingkungan Matraman serta banom NU serta santri pondok pesantren al Hikam.
<>
Diadakannya peringatan harlah NU ini diselenggarakan dalam rangka mendoakan NU ke depan, mudah-mudahan NU diberi keselamatan oleh Allah dan dapat hidup dengan memberikan banyak manfaat untuk umat, bangsa dan agama.
Kiai Hasyim mengatakan, sebetulnya ada kebiasaan warga NU yang telah membudaya dan itu bisa menjadi jembatan dalam mewujudkan cita-cita perdamaian bangsa bahkan sampai pada tingkat perdamaian dunia. Tapi sayang, orang NU hanya mengetahui tahlilan atau tawassulan saja, tidak banyak yang bisa memahami cara berfikir NU dalam masalah kebangsaan dan dunia, dan hal seperti inilah jarang diuraikan.
Lebih lanjut ia mengatakan, kondisi problematika yang harus dihadapi NU kini dengan awal didirikan yaitu 31 Januari 1926 sudah jauh berbeda, baik problem internal maupun eksternal. Internalnya kini warga NU sudah terlampau banyak dari mulai ulama hingga preman.
“Jadi kalau ada polisi nangkap maling polisi dan malingnya juga sama sama orang NU.” Candanya disela-sela tausiyah.
Kita berdoa agar Indonesia selamat dari kerusakan dan anarkisme, bangsa kita sedang dalam masa sulit baik dari tatanan budaya, pendidikan, hukum dan aspek aspek lainnya. Sungguh disayangkan dengan potensi umat Islam separo dari umat Islam dunia, tapi justru itu baru dalam aspek kuantitas saja, tetapi kualitasnya masih sangat rendah.
Dalam kesempatan yang sama, ICIS Mengadakan pertemuan tokoh-tokoh yang memiliki kekhawatiran bersama tentang situasi bangsa ini, mereka duduk bersama membahas permasalahan bangsa. Kita berharap kepada mereka untuk tidak hanya memikirkan kebaikan dirinya tapi juga memikirkan untuk kebaikan negaranya.
Di akhir tausiyahnya, kiai Hasyim berpesan yang penting kita ada usaha sekuat tenaga, setelah dilakukan pertemuan-pertemuan tersebut akan dilanjutkan kepada tahap ke dua, yaitu melakukan langkah perbaikan dan ini mudah-mudahan kita selalu dalam lindungan dan pertolongan Allah.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Zakaria