Warta

KH. Hasyim Muzadi: Hendaknya Warga Makin Mendakatkan Diri

Jumat, 7 Juli 2006 | 12:25 WIB

Bantul, NU Online
40 hari pasca gempa, Kamis (6/7) kemarin, diperingati warga NU di Bantul dengan menggelar Istighasah kubro (do'a bersama) di Karang Anom, Wonokromo, Peret, Bantul. Istighasah yang dihadiri ribuan warga Bantul ini dipusatkan di halaman masjid al-Huda.
 
Istighasah kubro itu sendiri dimaksudkan untuk mendo'akan syuhada korban bencana gempa bumi, 27 Mei lalu. Ribuan jamaah dengan khusu'nya mengikuti istighasah yang dipimpin langsung oleh KH. Abdul Khaliq, syuriah PCNU Bantul. Hadir juga dalam kesempatan itu KH. Hasyim Muzadi, ketua umum PBNU.<>

KH. Hasyim Muzadi dalam tausiyahnya berpesan pada warga untuk lebih banyak mendekatkan diri pada Allah, melalui dikir dan do'a. Bangsa Indonesia yang dalam dua tahun terakhir ini dicoba oleh Allah dengan berbagi macam bencana yang hampir menimpa seluruh bangsa, dari Tsunami Aceh, Gempa di Bantul, Banjir Bandang di Sulsel dan Kalimantan serta lupur panas di Sodoarjo.
 
"Tidak ada bangsa manapun yang tidak pernah mengalami cobaan dari Allah. Bangsa-bangsa besar didunia ini pernah mengalami cobaan yang memakan jutaan korban manusia; Amerika, Jerman, Inggris, Jepang dll. Hari ini Bantul, bangsa Indonesia yang dicoba Allah SWT, tentu Allah punya maksud baik dari semua yang timpakan pada hambanya", demikian tutur Hasyim.
 
Bencana yang melanda umat manusia, sebenarnya tidak hanya ditimpakan pada umatnya yang bersalah, namun juga dapat menipa siapa saja. Bahkan orang atau umat yang benar dan shalehpun akan mengalami cobaan. Selian mengajak warga untuk lebih mendekat diri kepada Allah, Hasyim juga mengajak warga untuk segera bangkit dari keterpurukan ini. Karena manifestasi dari doa itu adalah bekerja dengan kekuatan sendiri.
 
"Warga harus segera bangkit dengan kekuatan sendiri, tidak perlu berharap penuh pada bantuan-bantuan, karena sebenarnya bantuan hanyalah bersifat memancing supaya segera dimulai aktifitas ekonominya", tambah Hasyim.
 
Terkait dengan banyaknya musibah bencana yang melanda bangsa Indonesia, Hasyim mengajak seluruh umat Islam untuk saling bahu membahu membantu yang lainnya. Kewajiban bagi umat yang tidak tertimpa becana adalah menyelamatkan yang tertimpa musibah. Dengan mengutip sabda nabi bahwa Allah akan melindungi umatnya jika ia mau membantu saudaranya yang kesusahan. ”letak keselamatan manusia saat ini, terletak pada kepedulian ia pada orang lain" tandas Hasyim.
 
Setelah memberikan tausiyahnya pada gelar Istighosah kubro, KH. Hasyim Muzadi menyempatkan diri mengunjungi PP Al-Wahbi, Wonokromo Pleret, diasuhan KH. Mujab Abdul Wahab dan PP An-Nikmah, Kanggotan, Pleret, yang diasuh KH. Dalhar. Dua pesantren NU yang kondisinya rusak parah.

Dalam kunjungan tersebut KH. Hasyim Muzadi dimintai untuk memberikan motivasi pada santri serta memberikan do’a.
 
Buka Pameran Peduli Gempa
Sementara di tempat terpisah, kalangan muda NU yang selama ini peduli dengan pendidikan anak-anak, menggelar pameran pedidikan dan trauma healing. Penyelengaraan pameran itu sendiri bertempat di PP al-Munawir Krapayak yang malam itu bertepatan dengan khaul KH. Munawwir yang ke-67.
 
Dalam pameran tersebut ditampilkan sejumlah foto kegiatan Tim Solidaritas NU, foto kegiatan sekolah malam, sejumalah karya siswa korban gempa, serta sejumlah informasi terkait kondisi kabupaten Bantul pasca gempa.
 
Pemeran itu sendiri selian dimaksudkan untuk memberikan informasi peristiwa-peristiwa bencana 27 Mei lalu, juga menyediakan pelayanan tertapi mental secara gratis. (ron)


Terkait