Jakarta, NU Online
Dalam rangka sosialisasi kampanye campak, malaria dan vitamin A, Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) akan mengadakan dakwah keliling di 8 provinsi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, Kepri, Bengkulu, Bangka Belitung dan Jambi.
Dakwah keliling akan dilakukan oleh tokoh masyarakat dari kalangan NU dengan menggunakan basis pengajian atau majelis taklim dan lembaga pendidikan pesantren yang dihadiri oleh masyarakat luas.
<>Menurut Koordinator Pelaksana Program Anisa Rahmawati, direncanakan ada 650 tokoh agama, pimpinan majelis taklim dan pesantren yang akan melakukan dakwah keliling di masing-masing kabupaten yang berjumlah 30 kabupaten di 8 provinsi.
“Secara teknis kita akan bekerjasama dengan pengurus badan otonom NU di masing-masing kabupaten, kecamatan hingga kelurahan di masing-masing propinsi yang telah ditentukan,” kata Anisa di kantor PP LDNU, Jakarta, Senin (14/8).
Dakwah keliling akan menegaskan kembali dalil-dalil agama tentang penting dan wajibnya menjaga kesehatan serta membentuk prilaku kesehatan masyarakat, sembari menunjukkan data kasus penyakit dan korbannya di daerah-daerah di Indonesia.
Khusus berkaitan dengan kampanye campak, malaria dan vitamin A, dikatakan Anisa, telah diberikan pembekalan materi kepada para da’i keliling dan dipandu langsung oleh utusan Organisasi Pendidikan dan Anak Dunia (UNICEF) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) didampingi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dan PWNU provinsi masing-masing.
“Pada tanggal 12 Agustus lalu telah diadakan secara serentak di 4 provinsi yakni Lampung, Sumbar, Bangka Belitung dan Riau. Pembekalan di 4 provinsi lainnya baru diadakan pada tanggal 19 Agustus nanti,” kata Anisa.
Dakwah keliling dilakukan pada 12 sampai 31 Agustus. Daerah-daerah yang dipilih adalah daerah berisoko tinggi yang telah ditentukan bersama oleh PWNU, Dinkes setempat, UNICEF dan WHO.
“Waktunya bertepatan dengan hari besar Islam Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Ini tentu akan menjadi waktu yang sangat efektif menjelang pelaksanaan imunisasi dan pemberian vitamin bagi balita,” pungkas Anisa. (nam)