Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni berharap organisasi-organisasi Islam (ormas) di Indonesia mendukung upaya dalam memberdayakan potensi zakat dan wakaf.
Saat membuka Silaturahim Nasional Pondok Pesantren Al Khairaat se-Indonesia di Ternate, Sabtu (28/2) kemarin, Menag menyatakan, pemerintah terus memperjuangkan agar zakat dan juga wakaf menjadi salah satu instrumen ekonomi umat yang dapat menopang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.<>
”Tentu upaya tersebut memerlukan dukungan ormas Islam, termasuk organisasi Alkhairaat ini,”kata Maftuh seperti dikutip situs resmi Departemen Agama.
Ditambahkan Menag, isu-isu ekonomi dan pendidikan kiranya harus terus dikembangkan dan dikreasi secara lebih produktif agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
”Kita tidak perlu pesimistis dengan kelemahan yang kita miliki, karena dalam ajaran Islam kaya akan wacana dan potensi ajaran yang dapat dijadikan sarana pengembangan kedua hal tersebut melalui zakat, infak, sedekah dan wakaf. Belum banyak umat Islam mengeksplor secara optimal terhadap ajaran tersebut, sehingga diperlukan dorongan penuh dari semua pihak,” tegas Menag.
Menag berharap Silaturrahmi Nasional Pimpinan Pondok Pesantren Alkhairaat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi agar Alkhairaat lebih produktif dalam pembinaan umat secara lebih luas.
”Umat kita saat ini membutuhkan perhatian para pemimpin agama secara penuh untuk lebih mendewasakan dalam berpolitik dengan akhlaqul karimah. Umat sangat merindukan adanya persatuan dan kesatuan para pemimpin dalam menyikapi berbagai masalah bangsa. Jika ternyata harus berbeda dalam haluan politik, para pemimpin agama memberikan keteladanan yang positif agar umat memiliki sandaran dan panutan yang dapat dijadikan rujukan,`` katanya.
Selain itu menurut Maftuh, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang benar-benar menjadi kebutuhan riil masyarakat.
”Dalam beberapa kesempatan, saya menekankan kepada para pemimpin organsasi massa Islam agar tidak selalu berjibaku dalam masalah keorganisasian yang bersifat internal, namun juga mengembangkan wacana dan praktik pembinaan melalui upaya pemberdayaan ekonomi umat. Umat kita memerlukan stimulus nyata dari ormas Islam agar mereka mampu meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan kualitas pendidikan,” tegasnya. (nur)