Banyak orang beranggapan kalau Nahdliyin (Warga Nahdlatul Ulama) sebagai kaum pinggiran. Padahal, tidak sedikit Nadhliyin yang telah berhasil menjadi pelopor diberbagai lapisan masyarakat. Dalam artian Nahdliyin telah mampu menjadi leader di tempat-tempat strategis. Termasuk dalam penguasaan teknologi dan informasi, Nadhliyin tidak lagi gagap teknologi (gaptek).<>
”Kita harus mengubah paradigma NU identik dengan keterbelakangan,” ajak Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Drs H Nasrudin saat membuka Training Komputerisasi bagi Kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Kabupaten Brebes di SMK Al Falah Jatirokeh Songgom Brebes Selasa (7/12).
Orang yang menganggap NU Marjinal, kata Nasrudin, karena cuma memandang sebelah mata. Sehingga tidak pas benar. Karena sesungguhnya NU itu tidak terpinggirkan. Diakui, memang anggota NU berasal dari berbagai kalangan masyarakat. “Anggota NU itu dari tukang puntung rokok sampai presiden,” ungkap mantan Ketua PC Ansor Brebes itu.
Namun, lanjutnya, tidak berarti dengan adanya anggota yang berasal dari rakyat biasa lalu Nahdliyin dikategorikan sebagai kaum pinggiran. Kekeliruan mereka, karena menyoroti NU dari sudut keanggotaan yang berasal dari lapisan bawah saja. Mereka buta, para petinggi negeri maupun pemuka masyarakat mayoritas berasal dari NU. Hebatnya orang NU kan, walau sudah menjadi presiden tidak mau sombong.
“Ketika kegiatan NU, tetap memakai sandal jepit dan sarungan, merakyat betul,” terang Nasrudin yang juga pengasuh pondok pesantren modern Al Falah Jatirokeh Songgom Brebes itu.
NU besar, tambah Nasrudin, maka harus dibesarkan oleh Nahadliyin yang berkualitas. Termasuk kaum perempuan NU, sebenarnya memiliki kemampuan yang lebih. Di samping mengurus rumah tangga, banyak juga yang menjadi petinggi. Maka bagi yang belum mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, harus terus belajar sampai menguasainya. “Fatayat NU pun harus mampu berselanjar internet, misalnya” tandasnya.
Senada dengan Nasrudin, Ketua Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kab Brebes Hj Farah Evi SE menuturkan, salah satu upaya meningkatkan kualitas anggota Fatayat NU, antara lain dilatih cara penggunaan piranti komputer maupun jaringan internet. Kegiatan ini mutlak diperlukan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada para anggota.
Sementara Ketua Panitia Mukminah melaporkan, Pelatihan ini bagian dari program kementerian tenaga kerja RI, bekerja sama dengan PC Fatayat NU Brebes. Sebanyak 16 peserta se Kabupaten Brebes berpartisipasi pada pelatihan ini. Peserta akan mendapatkan materi dan praktek dari instruktur. Instruktur berasal dari LP3B Kab Brebes pimpinan Ahmad Tasikhun Skom. “Pelatihan berlangsung sejak 7 hingga 25 Desember 2010,” pungkasnya. (was)