Warta

PCNU Malang Gelar Diklat Peningkatkan Kualitas Kader

Selasa, 7 Februari 2012 | 03:17 WIB

Malang, NU Online
Guna menjawab berbagai tantangan organisasi ke depan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Malang Raya menggelar Pendidikan Kader Pemimpin NU tahap III yang di buka oleh Mustasyar PBNU KH Tholchah Hasan di Aula Masjid Sabilillah Malang (4/2).  

Tholchah menekankan pentingnya karakter, bagi para kader “Dengan pendidikan ini para kader NU harus bisa menjalankan sifat nabi yang siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah yang kini mulai redup dalam diri kalangan pengurus dan anggota NU," katanya saat membuka Pendidikan Kader NU tahap tiga itu.<>

Tholchah menambahkan, jumlah yang besar harus didukung dengan kualitas yang dapat dibanggakan, jika tidak akan terjadi kesenjangan antara umat (yang dipimpin) dengan yang memimpin itu sendiri.

Pendidikan yang diikuti 45 peserta, terdiri dari 10 peserta dari wilayah Kota Batu, 15 peserta dari wilayah Kota Malang, dan 20 peserta  utusan dari PCNU Kabupaten Malang berlangsung hingga akhir Mei 2012 mendatang.

"Kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan mulai tahap pertama tahun 2010, tahap kedua tahun 2011 dan tahun ini dilaksanakan kali ketiga yang dimaksudkan untuk menjawab tantangan organisasi kedepan yang tidak semakin ringan," ujar Abdul Mujib Syadzili, Sabtu (4/2/2012).

Disamping untuk mematangkan kader NU terkait pemahaman keorganisasian, diklat ini juga bertujuan meningkatkan SDM kader  yang semestinya mendapatkan perhatian serius.

"Kegiatan ini juga menindaklanjuti keputusan muktamar tentang kelemahan NU, khususnya di bidang sumber daya manusia yang harus segera diatasi," terang mujib yang juga sebagai Wakil Kepala Satkornas Banser ini.

Pada pendidikan tahap ketiga ini, peserta diantaranya akan diberikan pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), sejarah organisasi, manajemen di dalam Nahdlatul Ulama, dan wawasan politik kebangsaan, serta isu-isu strategis yang berkembang saat ini, lanjut Mujib.

Bebarapa metode penyajian materi pengkaderan diantaranya ceramah, diskusi, dan permainan serta praktik lapangan yang disajikan oleh beberapa pakar, diantaranya oleh KH Tholchah Hasan, Mas’ud Said, H Choirul Anam, KH Marzuqi Mustamar, H. Bibit Suprapto, serta narasumber dari PWNU Jawa Timur dan PBNU.



Redaktur: Mukafi Niam


Terkait