Warta

PKNU Gelar Muktamar I di Kapal Pesiar

Kamis, 9 Desember 2010 | 12:37 WIB

Jakarta, NU Online
Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU akan menggelar muktamar I yang akan diselenggarakan pada 12-16 Desember 2010. Uniknya, acara akan diselenggarakan diatas kapal pesiar KM Lambelu dengan rute perjalanan Surabaya-Jakarta.

Untuk pembukaan, akan diselenggarakan di pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan Madura Jawa Timur, Ahad 12 Desember, yang akan dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo.<>

Ketua PKNU Chudri Sitompul menjelaskan, penyelenggaraan muktamar diatas kapal dimotivasi oleh semangat maritim sebagai upaya untuk mencoba meyakinkan masyarakat bahwa kita adalah bangsa bahari.

“Bangsa ini harus menyeimbangkan antara potensi laut dan darat,” katanya dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu.

Keberangkatan ke Jakarta diselenggarakan pada tanggal 13 Desember, sekaligus untuk memperingati Deklarasi Juanda yang menetapkan Indonesia sebagai negera maritime pada 13 Desember 1957 yang kemudian diadopsi menjadi United Nation Convention on Law of the Sea (UNCLOS).

Dalam pengumuman tersebut, pemerintah menyatakan bahwa semua perairan disekitar, diantara, dan yang menghubungkan pulau-pulau atau bagian pulau yang termasuk daratan Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya adalah bagian dari wilayah daratan Indonesia.

Beberapa kebijakan yang akan dibahas diantaranya adalah strategi menghadapi kemungkinan peningkatan Parliamentary Threshold yang kemungkinan besar akan ditingkatkan dari batasannya sekarang sebesar 3 persen.

Beberapa pilihan yang mungkin adalah melakukan marger atau konfederasi dengan partai Islam lain. Upaya konsolidasi dengan sejumlah partai Islam seperti PPP dan Partai Bulan Bintang telah digagas untuk menghadapi berbagai kemungkinan tersebut.

Muktamar ini akan diikuti oleh perwakilan dari 33 DPW dan 457 DPC, yang masing-masing mengirimkan lima orang utusan.

Chudri menyatakan, sejauh ini tidak ada usulan untuk merubah PKNU dari partai Islam menjadi partai terbuka seperti yang dilakukan oleh sebuah partai Islam menengah. “Kita memperjuangkan Islam untuk bangsa, bukan Islam untuk Islam saja,” paparnya.

Para kiai sepuh yang merupakan pendiri dan pendukung PKNU akan turut pula dalam perjalanan tersebut. Bagi generasi tersebut, perjalanan dengan menggunakan kapal laut bukan hal yang baru karena pada zaman mereka, berhaji masih menggunakan kapal laut. (mkf)


Terkait