RMI NU Pamekasan Bedah Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi
Selasa, 31 Januari 2012 | 13:26 WIB
Pamekasan, NU Online
Pimpinan Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Pamekasan, menggelar acara bedah buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi karya Syaikh Idahram, LKiS 2011, Ahad (29/1).
Acara yang ditempatkan di Auditorium STAIN Pamekasan tersebut diikuti oleh 300-an peserta. Hadir pula Kabag Kesra Pamekasan, Wakapolres Pamekasan, Kasubg Kementerian Agama Pamekasan, pengasuh Pondok Pesantren se-Pamekasan, pengurus MWC dan PC NU Pamekasan, Muhammadiyah, HTI, Muslimat dan Kepala Sekolah se-Pamekasan. Narasumbernya adalah mantan Muballigh Salafi Wahabi Jakarta, Ust H Wahfiuddin.
<>
“Alhamdulillah, suasana bedah buku ini berlangsung hidup. Para peserta mengikuti dengan antusias sampai selesai,” tutur Ketua Pimpinan Cabang RMI NU Pamekasan KH Ach Athorid Siraj kepada NU Online, Senin (30/1).
Menurut ulama mashur Pamekasan yang berdomisili di Jl. Lawangan Daya II No 6 atau jalan yang menuju MAN 1 Pamekasan itu, setidaknya terdapat 4 tujuan mulia yang ingin digapai oleh PC RMI NU Pamekasan dalam acara bedah buku yang ‘menelanjangi’ gerakan Salafi Wahabi tersebut.
“Tujuan bedah buku ini ialah pertama, membuktikan secara ilmiah kemunculan kaum Wahabi sebagaimana sabda Nabi riwayat Bukhari Muslim. Kedua, agar kita dapat menyikapinya tanpa harus dengan cara anarkis,” ujarnya kepada NU Online.
Ketiga, lanjutnya, ingin menyatakan bahwa RMI NU bersama semua elemen ingin mengawal dan memelihara paham Aswaja.
“Dan keempat, ingin mengingatkan kita bahwa pada saat-saat ini bermunculan aliran-aliran atau kelompok-kelompok Islam yang dapat mengancam ketenteraman bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tegasnya.
Acara tersebut mendapat respon positif dari banyak kalangan. Sebut saja misalnya pemikir muda NU yang pernah melakukan penelitian gerakan Salafi Wahabi di Madura, Hodri Ariev. Pria asal Jember yang juga tercatat sebagai dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, ini sangat mengapresiasi terhadap semua kegiatan keislaman yang bernafas nilai-nilai moderat dan toleransi, termasuk bedah buku yang digelar oleh PC RMI NU Pamekasan.
“Itu acara yang bagus. Dan akan lebih bagus lagi kalau buku tersebut jadi main reference. Buku-buku lain yang senada perlu disinggung, plus data-data lapangan terkini,” ujar Hordri Ariev saat dimintai komentar oleh NU Online via telepon.
Penulis buku-buku pemikiran Islam yang juga salah satu pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, Sumenep, K Ach Maimun Syamsuddin juga merespon positif acara tersebut.
“Bagus, karena ideologi itu tidak hanya perlu ditanamkan tapi perlu juga dijaga dari gangguan. Tapi yang lebih penting ialah para tokoh NU/kiai perlu lebih intens menyatu dengan masyarakat, karena mulai banyak yang elits karena jebakan pragmatisme politik,” tegas Dosen Pemikiran Dunia Islam Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), itu.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Hairul Anam