Warta

STAI NU Persiapkan 21 Mahasiswa ke Maroko

Rabu, 1 Februari 2012 | 02:42 WIB

Jakarta, NU Online
“Mahasiswa-mahasiswi yang akan dikirim ke Maroko sekarang sedang dikarantina, di STAINU Parung, kampus B STAINU Jakarta,”

Pernyataan tersebut disampaikan Dr Nasrullah Jasam ketika ditanya persiapan 21 mahasiswa/i yang akan dikirim ke Maroko pada (8/2) nanti. Ia menyampaikan hal itu kepada NU Online di ruangannya, gedung PBNU, lantai 4, pada Selasa (31/1).
<>
Seperti diketahui, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STINU) Jakarta, akan mengirimkan 21 mahasiswa/i untuk belajar di Universitas Ibn Tufail Maroko. Kerja sama atas beasiswa Direktorat PD Pontren Subdit Pendidikan Pesantren, Kementrian Agama RI, ini telah ditandatangani pada (16-17/11) tahun lalu, di Maroko. 

Nasrullah menambahkan, para mahasiswa tersebut, selama sebulan (9/1-6/2), dibekali berbagai materi pendukung untuk belajar di bagian Barat Afrika tersebut. Materi tersebut adalah muhadatsah bahasa Arab (percakapan), insya (mengarang), gramatikal (tata bahasa), tarjamah (menerjemahkan). Dan, ke-STAINU-an dan kepesantrenan.

“Sebenarnya mereka sudah paham bahasa Arab karena basisnya dari pesantren-pesantren salaf. Tapi kalau percakapan memang kurang lancar, makanya diintensifkan,” ungkap Pembantu Ketua (Puka) II STAINU ini.

Mahasiswa/i tersebut berasal dari pesantren Sarang (Rembang), Lirboyo (Kediri), Kajen (Pati), Babakan Ciwaringin (Cirebon), Darul Rahman dan As-Shidiqiyah (Jakarta). Ada juga dari Lampung, Papua, dan Kalimantan. Mereka lulusan Madrasah Diniyah Ulya Muadalah (setingkat SMA) yang terdapat di pesantren-pesantren tersebut.

 


Redaktur: Mukafi Niam
Penulis   : Abdullah Alawi


Terkait