Alumni Pesantren Harus Berkiprah di Masyarakat
NU Online · Selasa, 11 Agustus 2015 | 16:09 WIB
Jombang, NU Online
Usai merampungkan pendidikan baik formal maupun informal di pesantren, maka para alumni harus bisa mengembangkan diri di masyarakat. Bebaur dengan lingkungan dan memberikan sumbangsih bagi kebaikan di komunitasnya.
<>
Peringatan ini disampaikan Nyai Hj Mundjidah Wahab kepada sejumlah santri usai liburan Ramadhan dan Idul Fitri serta Muktamar ke-33 NU, Selasa (11/8).
"Karenanya selama kalian di pesantren, seluruh keterampilan dan pelajaran yang diberikan hendaknya dikuasai dengan baik," kata Pengasuh Pondok Pesantren Putri Lathifiyah II Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang Jawa Timur.
Bahkan secara khusus, seluruh pengasuh, khususnya ibu nyai di PPBU selalu berpesan kepada para santri putri yang hendak pulang untuk tidak bangga hanya menjadi ibu rumah tangga. "Ibu saya selalu berpesan kepada para santri yang hendak boyong untuk ikut berkiprah di masyarakat," tandas Wakil Bupati Jombang ini.
Ketua PC Muslimat NU Jombang ini, mengemukakan, meskipun perempuan, namun para santri dari PPBU telah dididik untuk menjadi bagian tidak terpisahkan dari masyarakat. Karenanya, selama di asrama atau ribath, telah banyak keterampilan dan pengetahuan yang bisa dikembangkan bagi diri maupun kemampuan kemasyarakatan yang akan berguna kelak.
Keterampilan berpidato, memimpin acara tahlil dan diba', mengelola taman pendidikan al-Qur'an, hingga mengelola organisasi adalah sesuatu yang melekat dari PPBU.
"Semua akan berguna saat kalian pulang dan menjadi bagian dari masyarakat," pesannya.
Putri KH Abdul Wahab Chasbullah ini juga berharap agar ikatan antara santri, alumni,guru, kiai, serta ibu nyai terus dijaga. "Usahakan terus menjaga ukhuwah dan tali silaturahim dan jangan pernah tertputus," ungkapnya. Karena dari ikatan alumni tersebut akan ada kesinambungan bagi perjuangan para santri di berbagai tempat. "Juga bisa menjadi media saling bersinergi antara para santri dan alumni dengan pesantren," pungkasnya.
PPBU adalah termasuk pesantren yang digunakan sebagai lokasi penginapan dan sidang komisi selama Muktamar ke-33 NU berlangsung. Para santri dan siswa diliburkan karena sejumlah asrama dan sekolah digunakan untuk mendukung kegiatan muktamar yang berlangsung sejak tanggal 1 hingga 5 Agustus.
Para santri PPBU kembali ke pesantren pada tanggal 7 Agustus. Sedangkan keesokan harinya, kegiatan pengajian dan belajar mengajar baik di asrama dan sekolah berjalan seperti biasa. (Syaifullah/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
3
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
6
Jelang Muktamar Ke-35 NU, PBNU Bakal Cek Kesiapan Lokasi dan Istighotsah Terbatas di Jombang pada 20 Agustus 2026
Terkini
Lihat Semua