Daerah

Cuaca Ekstrem Terjang Sumenep, Brebes, hingga Dairi, Satu Orang Meninggal dan Puluhan Rumah Rusak

NU Online  ·  Kamis, 5 November 2026 | 05:30 WIB

Cuaca Ekstrem Terjang Sumenep, Brebes, hingga Dairi, Satu Orang Meninggal dan Puluhan Rumah Rusak

Sejumlah rumah warga di Desa Tegalgandu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang dampak cuaca ekstrem pada Senin (2/11/2026) lalu. (Foto: BPBD Kabupaten Brebes)

Jakarta, NU Online

Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan lebat melanda tiga daerah, yakni Kabupaten Sumenep, Jawa Timur; Kabupaten Brebes, Jawa Tengah; dan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Rentetan kejadian tersebut menyebabkan puluhan rumah dan fasilitas pendidikan rusak serta satu orang meninggal dunia.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Suar Pelita Panjaitan menyampaikan, cuaca ekstrem melanda Desa Guluk Manjung dan Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Peristiwa tersebut berdampak pada 11 kepala keluarga (KK).


“Sebanyak 11 unit rumah mengalami kerusakan ringan dan satu kandang ternak turut mengalami kerusakan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (4/11/2026).


Ia mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Sumenep telah melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan perangkat desa.


“Hingga Selasa (3/11/2026), penanganan masih berlangsung,” imbuhnya.


Sementara itu, hujan lebat disertai angin kencang melanda Desa Tegalgandu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Sebanyak 33 KK terdampak peristiwa tersebut.


“Sebanyak 33 unit rumah mengalami kerusakan ringan. Satu fasilitas pendidikan juga terdampak,” katanya.


Berton menyampaikan bahwa BPBD Kabupaten Brebes telah melakukan kaji cepat, pendataan, serta pemantauan bersama pihak kecamatan dan pemerintah desa.


“Hingga Selasa (3/11/2026), penanganan dan pembersihan sisa material masih berlangsung,” ucapnya.


Dampak lebih fatal terjadi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Cuaca ekstrem yang terjadi pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Dusun Liren, Desa Kuta Gamber, Kecamatan Tanah Pinem.


“Akibat kejadian ini, satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka-luka, serta satu unit rumah mengalami rusak berat,” ujar Berton.


Ia menyampaikan bahwa BPBD Kabupaten Dairi bersama unsur terkait setempat telah melakukan asesmen dan penanganan terhadap para korban.


Berton mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi atap dan bangunan tetap aman serta memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang.


“Saat angin kencang terjadi, warga sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon maupun bangunan yang rawan roboh,” pungkasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang