Dakwah Digital Ramah Anak: Perlu Masukkan Unsur Permainan
NU Online · Ahad, 8 November 2026 | 21:30 WIB
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama pengurus dan remaja Masjid Al-Hidayah, Pamulang Permai 1, Tangerang Selatan, Ahad (8/11/2026). (Dok. Panitia)
Suci Amaliyah
Kontributor
Tangerang Selatan, NU Online
Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendorong penguatan literasi dakwah digital sekaligus pendekatan komunikasi yang ramah anak di lingkungan masjid. Unsur permainan menjadi satu hal penting untuk dimasukkan dalam program.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama pengurus dan remaja Masjid Al-Hidayah, Pamulang Permai 1, Tangerang Selatan, Ahad (8/11/2026).
Penggunaan gamifikasi atau unsur permainan dalam kegiatan dakwah menjadi satu pendekatan yang diperkenalkan dalam program tersebut. Pendekatan ini dinilai dapat membantu anak-anak mengenal masjid melalui pengalaman yang menyenangkan sekaligus membangun kebiasaan positif.
Dodo Murtado, mahasiswa magister KPI, melalui materi Transformasi Dakwah dan Syiar Islam Berbasis Digital memaparkan program STAM (Shaf Terdepan Anak Masjid) serta SEDH (Sedekah) yang dikembangkan di Masjid Al Marjan.
Program tersebut memanfaatkan presensi kartu QR, karakter robot, tantangan harian, serta sistem poin dan penghargaan untuk meningkatkan keterlibatan anak dalam kegiatan masjid.
“Masjid perlu membangun pendekatan komunikasi yang mampu menjembatani perbedaan karakter antargenerasi. Anak-anak perlu mendapatkan ruang untuk belajar, berinteraksi, dan mengenal lingkungan masjid melalui pengalaman yang menyenangkan, tanpa menghilangkan nilai-nilai kesakralan ibadah,” jelas Dodo.
Menurutnya, penggunaan unsur permainan bukan untuk mengurangi nilai ibadah, melainkan menjadi sarana mengenalkan aktivitas keagamaan dengan cara yang lebih dekat dengan dunia anak.
Selain pendekatan dakwah, kegiatan tersebut juga membahas pentingnya tata kelola masjid. Shobihul Hujjah menguraikan tiga pilar manajemen masjid, yakni idarah atau administrasi, imarah atau pemakmuran, dan ri'ayah atau pemeliharaan fasilitas.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dapat membantu pendataan jemaah, penataan administrasi, transparansi keuangan, hingga penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Transformasi digital bukan sekadar tentang teknologi, melainkan tentang meningkatkan pelayanan dan menjaga amanah,” tegasnya.
Ketua Program Studi Magister dan Program Studi Doktor KPI, Khaeron Sirin, menekankan bahwa kemampuan mengoperasikan media sosial perlu diimbangi kecakapan dalam memilah informasi. Pesan keagamaan harus disusun dengan memahami karakter penerima serta memperhatikan etika komunikasi.
“Dakwah digital membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan memanfaatkan teknologi. Para santri perlu memiliki literasi yang baik dalam memilih sumber informasi, memahami konteks pesan, dan memastikan bahwa materi keagamaan yang disampaikan memiliki landasan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya kepada NU Online.
Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam kegiatan bertema “Penguatan Literasi Dakwah Digital dan Manajemen Masjid: Sinergi Pengurus dan Remaja Masjid”. Program ini mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan pengelolaan masjid, terutama dalam menghadapi perkembangan komunikasi digital.
Sementara itu, praktisi media digital dan manajemen proyek Iqbal Maulana membahas strategi pengelolaan media sosial masjid. Ia menguraikan empat tahap pengelolaan konten, yakni perencanaan, produksi, distribusi, dan evaluasi.
Melalui tahapan tersebut, pengurus masjid dapat menyusun kalender publikasi, mengembangkan materi dakwah, serta memantau jangkauan dan keterlibatan audiens. Remaja masjid juga didorong mengambil peran dalam dokumentasi, produksi konten, dan pengelolaan kanal komunikasi jemaah.
Kegiatan turut dihadiri Cecep Castrawijaya, Ketua DKM Al-Hidayah Muhammad Natsir beserta pengurus, Muhammad Fanshoby, Tatum Tivani, Muammar Aditya, Yakub, serta Hamidullah Mahmud.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Mencari Rezeki dengan Jujur, Meraih Berkah dalam Hidup
2
Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Dibuka
3
Khutbah Jumat: Menjaga Lisan dan Jari dari Fitnah di Media Sosial
4
Refly Harun Sebut Ijazah Jokowi yang Ditunjukkan di Sidang Berbeda dengan Dokumen di Polda
5
PBNU Matangkan Materi Kaderisasi, Targetkan Pengkaderan Lebih Singkat dan Efektif
6
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Kepedulian Kepada Sesama di Tengah Kesulitan
Terkini
Lihat Semua