Dampak Gempa Sumba Barat Daya: 20 Rumah hingga Tiga Rumah Ibadah Rusak
NU Online · Senin, 5 Oktober 2026 | 22:00 WIB
Sejumlah rumah di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Timur mengalami kerusakan akibat gempabumi berkekuatan magnitudo 5,9 pada Ahad (5/10/2026). (Dok BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Ahad (4/10/2026) pagi. Guncangan tersebut berdampak pada sejumlah bangunan dan menyebabkan satu orang mengalami luka.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan berdasarkan hasil pendataan sementara, sebanyak 20 unit rumah mengalami kerusakan.
“Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, di Kabupaten Sumba Barat Daya tercatat 20 unit rumah terdampak, terdiri dari 19 unit rusak ringan dan 1 unit rusak sedang,” kata Berton dalam keterangan diterima NU Online, Senin (5/10/2026).
Ia menyampaikan bahwa kerusakan rumah tersebut tersebar di Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.
“Selain rumah warga, tiga fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan, yaitu Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula,” ujarnya.
Baca Juga
Doa ketika Terjadi Gempa Bumi
Berton menyampaikan bahwa gempa juga berdampak pada satu fasilitas pendidikan, yaitu SDK Manu Toghi, serta satu fasilitas umum berupa Balai KB Desa Wallandimu.
Sementara di Kabupaten Sumba Barat, tercatat tiga unit rumah/asrama Koramil mengalami kerusakan ringan. Dua bangunan KDKMP juga mengalami kerusakan berupa plafon dan retak pada tembok.
“Pendataan terhadap kemungkinan kerusakan rumah, fasilitas umum, fasilitas pemerintahan, dan infrastruktur lainnya masih terus dilakukan,” kata Berton.
Selain kerusakan bangunan, ia mengatakan bahwa gempa menyebabkan satu orang mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi. Korban telah mendapatkan penanganan dan menjalani rawat jalan.
“Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka berat,” katanya.
Berton mengungkapkan bahwa guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Barat. Di sejumlah wilayah, masyarakat sempat keluar dari rumah saat merasakan guncangan.
“Namun situasi selanjutnya kembali kondusif. Wilayah pesisir bagian barat Pulau Sumba juga dilaporkan merasakan guncangan cukup kuat. Tidak dilaporkan adanya potensi tsunami,” ucapnya.
Berton mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari BNPB, BMKG, BPBD, serta instansi terkait lainnya.
“Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan tidak memasuki bangunan yang kondisinya belum dinyatakan aman,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Dilantik Jadi Wantimpres, Kiai Said Siap Berikan Pertimbangan Konstruktif untuk Presiden
4
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
5
Hari Santri 2026, PBNU Instruksikan Apel Serentak, Layanan Sosial, Ziarah Ulama, hingga Mujahadah Palestina
6
Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Nyai Sinta Nuriyah Jadi Satu-satunya Perempuan
Terkini
Lihat Semua