Kudus, NU Online
Umat Islam diingatkan untuk tidak menunda-nunda ibadah haji. Bila sudah mampu, segeralah mendaftarkan diri untuk menjalankan rukun Islam kelima sehingga tidak merugi di kemudian hari.<>
Demikian yang disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falah Kudus KH Mahfudz Duri di Masjid Jami’ Baitul Makmur desa Singo Candi Kota Kudus, Jum’at (27/9).
KH Mahfud menerangkan, ibadah haji merupakan kewajiban bagi setiap orang yang sudah memiliki kemampuan. Oleh karenanya, orang yang mampu dan tidak berhaji akan mendapat siksa dari Allah.
“Daripada nanti kedahuluan mati maka segeralah mendaftarkan haji. Apalagi kita semua tidak tahu kapan datangnya mati,” tegasnya di depan jamaah.
Ia mengatakan, ibadah haji di tanah suci menjadi cermin kesamaan segala perbedaan mulai pangkat, derajat hingga status sosialnya. Semua jamaah haji hanya mempunyai satu niat menghadap kepada Allah untuk beribadah dan bertaubat atas segala dosa terhadap-Nya.
“Jamaah haji yang miskin-kaya dan pejabat-rakyat tidak ada perbedaan, semua sama derajat dan pangkatnya beribadah kepada-Nya,”tandas KH Mahfudz yang juga Guru Madrasah Qudsiyyah Kudus.
Diterangkan. Orang yang melaksanakan ibadah haji akan menjadi tanggungan Allah. Mengutip sebuah hadits, haji mabrur tidak akan mendapat balasan dari Allah kecuali (tempat) Surga.
“Selama tidak dicampuri dengan cela dan fasiq, hajinya termasuk haji mabrur,” tandasnya (Qomarul Adib/Anam)
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
5
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua