Jombang, NU Online
Para pegiat pramuka Ma’arif seluruh Indonesia akan berkumpul di Jombang. Tidak semata bersilaturahim, mereka juga akan mencari berkah dari para pendiri NU. Diharapkan kegiatan ini mampu melecut semangat pelajar untuk terus berkhidmat bagi masa depan bangsa.<>
Kepastian akan diselenggarakannya perkemahan Wirakarya Maarif Nasional ini disampaikan oleh Sekretaris Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Maarif NU Jawa Timur. “Pastinya akan dilaksanakan pada 24 hingga 29 Juni,” kata Sunan Fanani kepada NU Online, Ahad (3/3).
Dosen Fakultas Ekonomi Unair Surabaya ini menandaskan bahwa untuk perkemahan ini ditempatkan di bumi perkemahan Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung. Karena berdasarkan survey dan kelayakan, tempat ini telah memenuhi persyaratan sebagai tuan rumah perkemahan level nasional.
Dipilihnya Jombang telah melalui berbagai pertimbangan. “Jombang sudah diakui sebagai tempat yang penuh berkah lantaran sejumlah pendiri NU terlahir dan dimakamkan di kota santri ini,” katanya.
Disamping itu Jombang adalah sebagai idola dan ikon para pemuda serta pelajar. “Kalau sudah disebut Jombang, semua kalangan akan merasa bangga dan terobsesi dengan kota ini,” lanjutnya. Bahkan Ketua Lembaga Pendidikan Maarif juga dimakamkan di pesaren Pesantren Tebuireng.
Dengan sejumlah keunggulan baik dari sisi historis, situs budaya NU serta ketersediaan lokasi yang memadai, maka tidak salah kalau perkemahan tingkat nasional yang akan mempertemukan para pegiat pramuka seluruh tanah air diselenggarakan di kota ini. Apalagi sebelumnya, kontingen PC LP Maarif NU Jombang berhasil meraih juara umum perkemahan yang diselenggarakan PW LP Maarif NU Jawa Timur.
Diperkirakan, ada sekitar tiga ribu peserta yang akan mengikuti perkemahan ini.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontibutor: Syaifullah
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
3
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
4
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
5
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua