Jember, NU Online
Katib Syuriah PCNU Jember KH Muhammad Hasan Mudzhar Rabu (7/3) kemarin meninggal dunia secara mendadak. Sebelum meninggal, almarhum sempat dibawa ke RSUD Dr. Subandi, namun sesaat sebelum masuk ruang UGD, Ra Hasan sudah menghembuskan nafas terakhirnya.
KH Mudatsir, salah seorang keluarga almarhum menuturkan, sore kemarin menjelang shalat Ashar, Ra Hasan āpanggilan akrab almarhunātiba-tiba lemas saat berada di kamar kecil untuk berwudluā. Oleh keluarganya, lelaki paruh baya tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun tak tertolong. āJadi, meniggalnya ya meninggal biasa,ā tutur Kiai Mudatsir.
Dikata<>kan selama ini almarhum memang mengidap penyakit komplikasi yang meliputi kencing manis dan darah tinggi. Namun, seharian kemarin almarhum nampak segar bugar, bahkan siang harinya masih sempat menjeguk orang sakit di sebuah rumah sakit. āTapi yang namanya ajal bisa datang kepada siapa saja dan kapan sajaā, katanya.
Ribuan santrinya mengiringi menuju ke peristirahatannya yang terakhir. Tampak pula melayat keluarga besar Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Sesepuh NU, KH. Khotib Umar, Ketua PCNU, KH. Muhyiddin Abdusshomad, Ketua DPC PKB, H. Miftahul Ulum, M.Si, Ketua DPRD Jember, HM. Madini Farouq dan KH. Najmuddin (mantan Ketua Dewan Syura DPC PKB).
Dalam sambutan singkatnya, KH. Khotib Umar memuji kegigihan dan keteladanan almarhum dalam mendidik santri-santrinya dan berdakwa di tengah-tengah masyarakat.Ā āKeteladananya perlu ditiru, dan kita doakan supaya dia mendapat ampunan dari Allahā, pinta KH. Khotib.
Almarhum, selain sebagai pengasuh pesantren Miftahul Ulum dan Katib Syuriah PCNU, juga menjadi anggota Dewan Syura DPC PKB kabinet Miftahul Ulum. Almarhum juga dikenal sebagai sosok yang bersih dan loyalis NU sejati. Bahkan ketika menjadi anggota DPRD, ia adalah satu-satunya anggota dewan yang sering mengeluh untuk cepat-cepat berhenti, karena jiwanya lebih sesuai berjuang di jalur NU. Terbukti, dalam Pemilu 2008, almarhum tak menggubris tawaran untuk men-caleg-kan lagi. āKarena beliau merasa lebih pas di NUā, tukas KH. Mudatsir (ary).
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir Setelah Kematian
2
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
3
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
4
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Jadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Komitmen Tak Lupakan PWNU Jatim
Terkini
Lihat Semua