Kekritisan Santri Masih Dibatasi
NU Online · Ahad, 16 Juni 2013 | 00:07 WIB
Yogyakarta, NU Online
Daya kritis santri semasa belajar di pesantren hingga hari ini tak jarang masih dibatasi. Santri tidak boleh bertanya kepada kiai atau ustadznya, kecuali setelah dipersilahkan.<>
Demikian dalam buku “Kiai Mengaji Santri Acungkan Jari: Refleksi Kritis atas Tradisi dan Pemikiran Pesantren” yang dibedah oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) rayon Wisma Pembebasan fakultas Uhshuludin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Klijaga Yogyakarta, Kamis (13/6) di ruang teatrikal fakultas setempat.
Melalui bukunya, penulis mengungkap bahwa di pesantren tertentu bahkansantri sama sekali tidak diberi kesempatan untuk bertanya. Fenomena inilah yang coba dikemukakan penulis lewat buku yang diterbitkan oleh LKiS ini
Dalam kesempatan tersebut, selain Ali Ustman, penulis buku tersebut, acara ini juga dihadiri oleh Mustafied, ketua PMII Cabang Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai pembedah.
Menurut penuturan Saiful kepada NU Online, acara tersebut merupakan rangkaian agenda yang diselenggarakan pra Rapat Tahunan Anggota (RTA) rayon setempat.
“Ini sebenarnya rangkaian acara dalam rangka menyambut RTA. RTA-nya nanti di Wisma Randit,” ungkapnya di tengah kesibukannya menyiapkan acara.
Acara yang dihadiri oleh kalangan santri dan para alumni pondok pesantren ini melakukan pembacaan secara mendalam terhadap tradisi yang selama ini berkembang di pesantren, khususnya tradisi keilmuan.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Nur Hasanatul Hafshaniyah
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua