Kirab Hari Santri 2026 di Kalimantan Selatan, 19 Pesantren Ambil Bagian
NU Online · Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:00 WIB
Kirab Hari Santri se-Kalimantan Selatan berlangsung Senin (26/10/2026) malam di Kota Banjar. (Ahmad Mursyidi)
Ahmad Mursyidi
Kontributor
Banjar, NU Online
Kirab Hari Santri Nasional (HSN) 2026 se-Kalimantan Selatan berlangsung pada Senin (26/10/2026) malam. Barisan santri memulai perjalanan dari halaman Kantor Bupati Banjar, melintasi Jalan A. Yani menuju kawasan Keraton Martapura, kemudian kembali ke halaman Kantor Bupati Banjar.
Dari 54 pondok pesantren yang mengikuti rangkaian kegiatan Hari Santri 2026 se-Kalimantan Selatan di Kabupaten Banjar, sebanyak 19 pesantren berpartisipasi dalam kirab tersebut.
Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar, Ustadz Ahmad Jauhari, mengatakan kirab tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya melalui peristiwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.
“Pada malam ini kita akan melaksanakan kirab barisan-barisan santri dalam rangka mengingat kembali momen bahwa 22 Oktober 1945 adalah suatu peristiwa penting, di mana KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad,” ujarnya sebelum kirab dimulai.
Ia menjelaskan bahwa Resolusi Jihad menjadi salah satu momentum penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Seruan tersebut membangkitkan semangat kaum santri dan masyarakat untuk ikut berjuang mempertahankan Tanah Air dari upaya penjajahan kembali.
Menurutnya, perjuangan para ulama dan santri terdahulu patut dikenang karena mereka rela mengorbankan jiwa, raga, dan waktu demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kita di sini berkumpul untuk mengingat semangat itu dan mengingat jasa-jasa para ulama dan santri yang terpanggil terhadap Resolusi Jihad, yang mengorbankan jiwa dan raga, waktu untuk NKRI,” katanya.
Ia mengajak para santri dan seluruh hadirin untuk mensyukuri kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu. Kemerdekaan tersebut, lanjutnya, harus diisi dengan berbagai kegiatan positif yang membawa kebaikan bagi masyarakat dan bangsa.
“Oleh karena itu, sebagai generasi penerus mereka, marilah kita sama-sama mengenang peristiwa tersebut. Apa yang kita dapatkan saat ini, NKRI yang menjadi tempat kita hidup, wajib kita syukuri bersama dan kemerdekaan itu harus kita isi dengan hal-hal yang merupakan kebaikan bagi kita bersama,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ahmad Jauhari mengajak para santri untuk mewarisi semangat perjuangan para ulama dan menerapkan nilai-nilai yang diajarkan para kiai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia berharap semangat para pendahulu tetap menyala dalam diri santri masa kini, terutama dalam menjaga keutuhan NKRI dan mengisi kemerdekaan dengan pengabdian yang bermanfaat.
“Marilah kita sama-sama mengangkatkan tangan, melakukan apa yang mereka lakukan. Mereka bersemangat menjalankan apa yang diperintahkan oleh para kiai dan ulama. Marilah kita bertakbir bersama-sama,” ajaknya.
Adapun 19 peserta kirab tersebut adalah Pondok Pesantren Ar-Royyan, MBS Martapura, PPS Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary, Ponpes Wali Songo, Yayasan Bustanul Ulum, Pesantren Al-Qur’an Darul Inqilabi, PP Ahsanul Insan, Pondok Pesantren Tanwirul Furqan, MAN PK Martapura, Ponpes Islahul Aulad, Syafa’at Bukhori Muslim, Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, Raudhatul Muta’alimin An-Nahdliyah (RMA), Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan, Pondok Pesantren Arriyadh, Ponpes Iqdamul Ulum, Pesantren Ushuluddin, dan Pesantren Atthahiriyah.
Ribuan penonton memadati Jalan A. Yani untuk menyaksikan kirab tersebut. Para peserta tampil dengan kostum dan atribut menarik, termasuk hiasan berbentuk masjid dan gapura yang dibawa dalam barisan.
Sepanjang perjalanan, para peserta melantunkan syair, menyanyikan lagu-lagu Nahdlatul Ulama (NU) dan lagu Hari Santri, serta menampilkan iringan drumben dan tabuhan terbang. Suasana semakin meriah dengan atraksi semburan api dari mulut yang dilakukan salah satu rombongan peserta menggunakan minyak dari botol.
Terpopuler
1
Pelantikan PBNU, Rais Aam: Singkirkan Kepentingan Pribadi dan Rangkul Masyarakat
2
Innalillahi, Anggota BPK RI Fathan Subchi Meninggal Dunia
3
Ini Doa Kiai Said Aqil saat Pelantikan PBNU 2026-2031
4
PBNU Siapkan Munas hingga Rakernas sebagai Program Awal Kepengurusan
5
Gus Ipul Sebut PCNU yang Dikabarkan Kembalikan Uang ke KPK Belum Lapor PBNU
6
Gus Rozin: NU Perlu Perkuat Ketahanan Bencana dan Kemandirian Ekonomi Warga
Terkini
Lihat Semua