Kudus, NU Online
Lulusan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) memiliki peluang kerja yang sangat luas dengan karakteristik yang lintas sektoral. Hal ini dikarenakan belajar di PTAI mencakup beragam disiplin ilmu.<>
“Meski jurusannya Pendidikan Agama Islam (PAI), lulusan STAIN bisa mengampu pelajaran umum. Ini bukti kemampuan ilmunya mumpuni pada semua bidang,” kata Wakil ketua I bidang Akademik STAIN Kudus M.Saekan Muchith kepada NU Online, Sabtu (23/3).
Ia mengatakan lulusan PAI mempunyai wawasan keilmuan umum yang cukup sehingga siap bekerja di mana saja dan mengajar beragam ilmu.
“Banyak alumnus STAIN yang mengabdi sebagai TNI dan pegawai Bank. Bahkan jurusan tarbiyah saja ada yang ikut sertifikasi guru bahasa Jawa,” tutur Saekan.
Kamis (22/3) kemarin, STAIN Kudus telah mengadakan wisuda angkatan ke 14 sebanyak 521 mahasiswa. Para wisudawan itu berasal dari empat jurusan. Jurusan Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam 311 mahasiswa, Prodi Pendidikan Bahasa Arab 51 mahasiswa, Jurusan Syariah Prodi Al Akhwal Al Sykhsyiyyah (Hukum Islam) 35 wisudawan.
Selanjutnya Prodi Ekonomi Syariah 68 wisudawan, Jurusan Dakwah Prodi Bimbingan Konseling Islam 39 wisudawan, dan Jurusan Ushuluddin Prodi Tafsir Hadits 17 wisudawan.
Dari 521 peserta Wisuda Program Strata 1 (Sarjana) itu, sebagai wisudawan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada tingkat STAIN Kudus adalah Izza Fariha (108038) IPK : 3,85.
Hingga wisuda ke-14 ini, jelas Saekan, STAIN Kudus sudah meluluskan sarjana 7.100 orang yang tersebar di berbagai lembaga atau instansi masyarakat, baik di sektor formal maupun informal.
“Semoga saja ilmunya bermanfaat dan bisa diterapkan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Saekan.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor : Qomarul Adib
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
3
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
4
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
5
Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Al-Fatah karena Palsukan Data Dam dan Badal Haji
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua