Nabi Muhammad SAW Menjadi Barometer
NU Online · Ahad, 11 Januari 2015 | 04:32 WIB
Jepara, NU Online
Hingga hari ke-16 bulan Rabiul Awal, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW terus saja digelar. Terbaru, Madrasah Diniyyah (MD) Wustho dan Ulya serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Mustaqim Desa Bugel Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara Jawa Tengah menghelat peringatan Maulid Nabi, Rabu (7/1) kemarin.<>
Kepala MD H Sholahuddin Muhsin MA menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi ini digelar serempak untuk memperlihatkan syi’ar maulid.
”Marilah kita jadikan Nabi Muhammad sebagai idola bersama, sekaligus menjadikannya sebagai barometer kebenaran yang kita anut,” ajak pria yang juga Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (STAIMAFA) Pati itu.
Sementara itu, dalam Mauidhah Hasanah disampaikan oleh pengasuh Pesantren Al-Mustaqim, KH Muhsin Ali, mengajak para santri baik dari Madrasah Diniyyah maupun TPQ untuk meneladani sikap ramah, kasih sayang, dan kesederhanaan Rasulullah SAW.
“Rasul adalah teladan bagi kita semua, oleh karenanya patut kita teladani sikap-sikap yang telah diajarkan beliau. Laqad kaana lakum fi Rasulillah uswatun hasanah,” ujar Kiai Muhsin mengutip ayat suci Al-Quran.
Meski peringatan maulid yang dikhususkan untuk santri Putra-putri Madrasah Diniyyah dan TPQ ini digelar secara sederhana namun berlangsung seru dan khidmat. Mereka makin bersemangat lantaran diiringi rebana khas El-Must di bawah pimpinan Ustadz Tamam Bashori.
Lebih dari dua ratusan santri Madrasah Diniyyah Wustho dan ulya dan anak-anak TPQ begitu antusias menyenandungkan salawat kepada Nabi Muhammad. “Isyfa’ lana Yaa Habibana” demikian salah satu bait yang mereka hafal di luar kepala. Usai perhelatan acara mauludan, santri putra dan putri masuk ke ruang kelas untuk menerima raport dari guru kelasnya masing-masing. (Musthofa Asrori/Anam)
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua