Pengurus Fatayat Diharapkan “Kober”, “Banter”, dan Pinter
NU Online · Jumat, 6 Januari 2012 | 01:57 WIB
Paciran, NU Online
Pelantikan Fatayat NU Anak Cabang Paciran, Kab. Lamongan yang digelar persis pada akhir tahun 2011 lalu dihadiri para politikus dari pusat dan daerah. Hadir pada acara tersebut KH Mahrus Munir (DPR RI), Hj Istibtsaroh (DPD RI), A Firdaus (DPRD Jatim), Kasnoto (DPRD Lamongan), Hj Sugiarsih (DPRD Lamongan), H Moh. Ahyat (DPRD Lamongan), H Kusmanan (DPRD Lamongan), H Shomad (DPRD Lamongan), Hj Mahfudloh Fadeli (istri Bupati Lamongan).
Selain itu hadir juga jajaran Fatayat NU Cabang Lamongan dan Pengurus MWC NU Paciran beserta badan otonomnya. Acara tersebut mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran Berorganisasi Guna Mewujudkan Perempuan Mandiri dan Berdaya Guna”.
<>
Yang menarik adalah saat pelantikan, tiba-tiba panggung bergerak akan ambruk karena tidak kuat menahan bobot pengurus yang berjumlah empat puluh orang. Beruntung anggota Banser NU Paciran sigap mengantisipasi hal tersebut. “Pengurus Fatayat NU Anak Cabang Paciran yang baru dilantik harus eksis, kober (menyempatkan diri), banter (cepat bertindak), dan pinter,” ujar Hj. Khotimah Suryani, Ketua PC Fatayat NU Lamongan dalam sambutannya.
Sementara itu, Umi Kholifah, Ketua PAC Fatayat NU Anak Cabang Paciran masa khidmat 2011-2015 dalam sambutan perdananya menyampaikan, “Tegur sapalah gerak kami agar sesuai misi organisasi,” ujarnya.
Giliran Hj. Istibtsaroh didaulat memberikan mauidloh hasanah, “Fatayat NU harus mengedepankan misi dakwahnya,” kata guru besar IAIN Sunan Ampel Surabaya itu.
Terkait pemberdayaan perempuan muslimah, pomeo “suargo nunut, neroko katut” harus dihilangkan, perempuan muslimah harus bisa mandiri dan berdaya guna. Menurutnya, harus ada reinterprestasi terhadap makna ayat “arrijalu qowwamuna alan nisa’”.
Di samping itu, dalam kehidupan berumah tangga, pasutri harus saling menghormati hak dan kewajibannya masing-masing. Dan yang paling penting adalah konsep “al-ummi madrosah” atau ibu sebagai tempat pendidikan.
Sedang pada saat istri Bupati Lamongan memberikan sambutan, salah seorang kader Fatayat NU berceletuk, kondisi jalan di Lamongan yang rusak parah agar segera diperbaiki. Sontak celetukan itu menjadi perhatian para anggota dewan yang hadir pada acara organisasi sayap NU berbasis pemudi itu.
KH Mahrus Munir juga didaulat panitia untuk memberikan tausyiyah, “Kader Fatayat NU harus mempunyai sense of belonging, sense of participation, sense of purpose, dan sense of responbility, Insya-Allah dengan 4 hal itu Fatayat NU akan semakin maju,” ujar kyai sekaligus politikus asal Gresik itu. Diakhir acara ceremonial ditutup dengan pembacaan doa oleh KH Moh. Ilyas Akhwan, Katib Syuriah MWC NU Paciran
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor : Ahmad Farid
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
5
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua