Daerah

Pesantren sebagai Cermin Pengamalan Aswaja

NU Online  ·  Sabtu, 7 Januari 2012 | 03:53 WIB

Sumenep, NU Online
Untuk memahami sejatinya tentang paham ahlussunnah wal-jama’ah (Aswaja), kita dapat bercermin pada kehidupan di dunia pesantren. Dalam pengamalan ibadah mahdah semisal tata cara berwudhu’ dan shalat, pesantren telah ‘menghembuskan’ nafas Aswaja di dalamnya.

Demikian disampaikan mantan ketua Yayasan Pondok Pesantren Annuqayah sekaligus ketua PCNU Sumenep, H A Pandji Taufiq, dalam acara “Sosialisasi Paham Aswaja” yang digelar oleh pengurus Muslimat NU Anak Cabang (Ancab) Guluk-Guluk, Sumenep di Aula MA Raudlah Najiyah, Jumat (6/1) pagi. Pada kesempatan itu, H A Pandji Taufiq diberi amanah sebagai penyaji tunggal.
<>
“Begitu halnya dalam pergaulan sosial, pesantren telah membuktikan betapa ia peduli terhadap kehidupan bermasyarakat dengan melandaskan dirinya pada paham Aswaja yang di dalamnya sarat kandungan nilai-nilai keberislaman,” kata H A Pandji Taufiq kepada peserta yang berkisar lebih dari seratus orang.

Aswaja, lanjutnya, mendesak pula diterapkan dalam kehidupan berumah tangga dan sekolah. Kedua tempat ini dipandang strategis menancapkan nilai-nilai Aswaja.

“Saya amat menyayangkan ketika terjadi peristiwa perceraian. Sepintas bisa kita pahami bahwa perceraian itu muncul karena nilai-nilai Aswaja belum mewarnai kehidupan keluarga secara utuh,” ujar H A Pandji Taufiq dengan serius.

Seorang anak, tambah H A Pandji Taufiq, tak jarang abai terhadap perintah kedua orangtuanya. Bahkan sampai tanpa segan mendurhakai kedua orangtuanya.

“Itu kenyataan yang amat memilukan. Tampaknya, nilai-nilai Aswaja amat penting diberikan kepada anak-anak kita semenjak dini,” tegasnya.

“Begitu pula di dunia sekolah. Anak-anak didik harus dikenalkan dengan yang namanya Aswaja,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, ketua Muslimat NU Ancab Guluk-Guluk, Ny Hj Mahfia, dalam sambutannya menyatakan bahwa latar belakang digelarnya acara tersebut ialah karena menyadari betapa masih tak sedikit kaum muslimat yang belum mengenal Aswaja secara utuh.

“Melalui acara ini kami berharap semoga mendapat ilmu yang barokah dan bermanfaat dari KH Pandji Taufiq selaku salah satu alumni Annuqayah yang kini diberi amanah besar di organisasi NU, terutama yang berkenaan dengan paham Aswaja,” kata Ny Hj Mahfia.


Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Hairul Anam

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang